執筆者 admin | 4 10月 2024 | 記事, Pekerjaan
Upah Minimum Regional (UMR) di Jepang Lebih dari 1.000 yen per Jam di 8 Prefektur. Upah Minimum Regional (UMR) di Jepang berbeda-beda tergantung prefektur, tetapi terdapat delapan prefektur yang mempunyai UMR lebih dari 1.000 yen per jam.
Sementara itu, pemerintah Jepang sepakat untuk menaikkan upah minimum per jam 2024 sebesar 50 yen sehingga menjadi 1.054 yen.
Upah Minimum Regional (UMR) di Jepang Lebih dari 1.000 yen per Jam di 8 Prefektur
Artikel ini ditulis pada 1 September 2024, terdapat pembaruan 16 prefektur dengan upah minimum lebih dari 1.000 yen per jam per 1 Oktober 2024.
Data pada situs Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang merupakan UMR yang berlaku sejak 1 Oktober 2023.
Sementara itu, pemerintah Jepang sepakat untuk menaikkan upah minimum per jam 2024 sebesar 50 yen sehingga menjadi 1.054 yen.
Pemerintah Jepang Sepakat Naikkan Upah Minimum 50 Yen, Jadi Rp 112.000-an per Jam
Melansir Xinhua (25/7/2024), sebuah panel pemerintah Jepang telah sepakat untuk menaikkan upah minimum per jam negara itu sebesar 50 yen (sekitar Rp 5.300-an) untuk tahun fiskal 2024.
Upah rata-rata per jam mencapai rekor pada 1.054 yen, naik lima persen dari 1.004 yen, upah per jam saat ini, seperti dilaporkan oleh Jiji Press.
Hal itu menjadi kenaikan paling tajam yang pernah ada karena banyak pekerja merasakan tekanan dari meningkatnya biaya hidup, seperti dilaporkan oleh media lokal.
Kenaikan upah minimum per jam itu diusulkan oleh Dewan Upah Minimum Pusat Kementerian Tenaga Kerja Jepang pada Rabu (24/7/2024).
Berdasarkan usulan tersebut, upah minimum per jam diharapkan mencapai atau melebihi 1.000 yen di delapan dari 47 prefektur Jepang lainnya termasuk Hokkaido dan Shizuoka.
Terdapat 16 prefektur di Jepang dengan upah minimum 1.000 yen.
Upah minimum rata-rata per jam naik 43 yen menjadi 1.004 yen pada tahun fiskal 2023, melampaui angka 1.000 yen untuk pertama kalinya.
Pemerintah Jepang mengatakan pihaknya bermaksud menaikkan angka tersebut menjadi 1.500 yen pada pertengahan 2030-an.
Kenaikan tersebut diharapkan dapat membuat UMR di 47 prefektur mencapai 1.000 yen per jam. Menurut Saiteichingin.mhlw.go.jp, berikut delapan prefektur dengan UMR lebih dari 1.000 yen per jam.
Upah Minimum Regional (UMR) di Jepang Lebih dari 1.000 yen per Jam di 8 Prefektur
| Prefektur | UMR per jam |
| Tokyo | 1.113 yen atau Rp 117.800 |
| Kanagawa | 1.112 yen atau Rp 117.700 |
| Saitama | 1.028 yen atau Rp 108.900 |
| Aichi | 1.027 yen atau Rp 108.700 |
| Chiba | 1.026 yen atau Rp 108.600 |
| Osaka | 1.064 yen atau Rp 112.700 |
| Kyoto | 1.008 yen atau Rp 106.700 |
| Hyogo | 1.001 yen atau Rp 106.000 |
Sementara itu, berikut UMR di prefektur lain di Jepang.
| Prefektur | Upah Minimum Regional per Jam |
| Hokkaido | 960 yen atau Rp 101.400 |
| Aomori | 898 yen atau Rp 94.800 |
| Iwate | 893 yen atau Rp 94.300 |
| Miyagi | 923 yen atau Rp 97.500 |
| Akita | 897 yen atau Rp 94.740 |
| Yamagata | 900 yen atau Rp 95.000 |
| Fukushima | 900 yen atau Rp 95.000 |
| Ibaraki | 953 yen atau Rp 100.600 |
| Tochigi | 954 yen atau Rp 100.700 |
| Gunma | 935 yen atau Rp 99.084 |
| Toyama | 948 yen atau Rp 100.400 |
| Ishikawa | 933 yen atau Rp 98.800 |
| Fukui | 931 yen atau Rp 98.600 |
| Niigata | 931 yen atau Rp 98.600 |
| Yamanashi | 938 yen atau Rp 99.300 |
| Nagano | 948 yen atau Rp 100.400 |
| Gifu | 950 yen atau Rp 100.600 |
| Shizuoka | 984 yen atau Rp 104.200 |
| Mie | 973 yen atau Rp 103.000 |
| Shiga | 967 yen atau Rp 102400 |
| Nara | 936 yen atau Rp 99.100 |
| Wakayama | 929 yen atau Rp 98.400 |
| Tottori | 900 yen atau Rp 95.300 |
| Shimane | 904 yen atau Rp 95.700 |
| Okayama | 932 yen atau Rp 98.700 |
| Hiroshima | 970 yen atau Rp 102.700 |
| Yamaguchi | 928 yen atau Rp 98.300 |
| Tokushima | 896 yen atau Rp 94.900 |
| Kagawa | 918 yen atau Rp 97.200 |
| Ehime | 897 yen atau Rp 95.000 |
| Kochi | 897 yen atau Rp 95.000 |
| Fukuoka | 941 yen atau Rp 99.600 |
| Saga | 900 yen atau Rp 95.300 |
| Nagasaki | 898 yen atau Rp 95.100 |
| Kumamoto | 898 yen atau Rp 95.100 |
| Oita | 899 yen atau Rp 95.200 |
| Miyazaki | 897 yen atau Rp 95.000 |
| Kagoshima | 897 yen atau Rp 95.000 |
| Okinawa | 896 yen atau Rp 94.900 |
Informasi UMR dan Upah Minimum Industri di Jepang dapat dibaca di https://saiteichingin.mhlw.go.jp/table/page_list_nationallist.php.
Upah Minimum Regional (UMR) di Jepang Lebih dari 1.000 yen per Jam di 8 Prefektur
Sumber : https://ohayojepang.kompas.com/read/2732/umr-jepang-lebih-dari-1000-yen-per-jam-di-8-prefektur
執筆者 admin | 3 10月 2024 | 記事, Pekerjaan
Info Gaji Kerja Building Cleaner di Jepang Termasuk Tokutei Ginou. Pembersihan eksterior atau bagian luar gedung termasuk jendela, atap, dan area sekitar bangunan. Dibandingkan dengan negara lain di Asia, tidak jarang bangunan yang dibangun selama bertahun-tahun atau puluhan tahun yang lalu masih terpelihara dengan baik di Jepang. Itulah kualitas layanan pembersihan gedung milik Jepang yang terkenal di seluruh dunia.
Pada artikel ini, akan dibahas tentang pembersihan gedung di Jepang. Kegiatan pembersihan ini juga salah satu industri di bawah Visa Pekerja Keterampilan Spesifik.
Jepang memiliki reputasi untuk kebersihan. Rumah, gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, hotel dan sekolah di Jepang semuanya bersih.
Info Gaji Kerja Building Cleaner di Jepang Termasuk Tokutei Ginou
Building cleaning pun menjadi salah satu bidang dalam program Pekerja Berketerampilan Spesifik atau Tokutei Ginou. Building cleaning atau pembersihan gedung di Jepang terbagi menjadi eksterior dan interior.
Sementara, pembersihan interior atau bagian dalam gedung seperti lantai, langit-langit, dinding dalam, toilet, tangga, lift, dan semua bagian dalam gedung.
Artinya, warga asing termasuk orang Indonesia bisa bekerja sebagai pembersih gedung dengan status tinggal Tokutei Ginou. Gaji pembersih gedung di Jepang beragam ada yang dibayar per jam untuk part time dan per bulan untuk full time.
Ada pula benefit di luar gaji seperti uang transportasi, bonus, dan uang saku pelatihan. Berikut perkiraan gaji pembersih gedung part time dan full time di Jepang mengutip situs pencari kerja.
Jika berasal dari Asia Tenggara, kamu mungkin membayangkan pembersihan gedung adalah layanan bersih-bersih biasa seperti menyapu, mengepel, dan sebagainya. Namun, kamu mungkin akan terkejut, ternyata pembersihan gedung tidak hanya itu saja.
Info Gaji Kerja Building Cleaner di Jepang Termasuk Tokutei Ginou
Apa Itu Pembersihan Gedung?
Di Jepang, pembersihan gedung dibagi menjadi dua jenis, yaitu pembersihan eksterior (bagian luar) dan interior (bagian dalam).
Pembersihan eksterior mencakup pembersihan dinding luar, jendela, atap, dan area di sekitar bangunan. Sulit untuk mempertahankan eksterior yang terawat baik tanpa layanan pembersihan profesional.
Orang-orang yang membersihkan bagian luar bangunan memiliki kualifikasi untuk melakukannya yang berarti diperlukan tingkat keterampilan tertentu untuk melakukan pekerjaan semacam ini.
Pembersihan interior meliputi pembersihan lantai, langit-langit, dinding bagian dalam, toilet, penerangan, lift, dan tangga jalan, dan lain-lain. Singkatnya, ini semua dilakukan di interior bangunan yang aman, ber-AC dan nyaman.
Mereka yang terlibat dalam manajemen pembersihan gedung biasanya termasuk dalam tipe ini, termasuk Pekerja Berketerampilan Khusus.
Ada kecenderungan untuk menganggap pekerjaan ini sebagai pekerjaan buruh biasa,, padahal ada banyak hal yang perlu diperhatikan saat bekerja di bidang ini. Di Jepang, pengetahuan tentang peralatan, bahan, dan deterjen adalah prasyarat untuk pekerjaan pembersihan gedung.
Mata yang profesional atau jeli diperlukan untuk memahami mesin mana yang digunakan, deterjen apa yang tepat untuk membersihkan lantai, langit-langit, jendela, dan perabotan lainnya, serta apa yang cocok dengan bahan-bahan tertentu.
Selain memahami bahwa ada metode berbeda dalam pembersihan untuk sifat-sifat yang berbeda, negara Jepang melampaui dan berkembang dari “pasca pembersihan” menjadi “pembersihan preventif”.
Hal ini melibatkan perawatan sebelum kotoran menumpuk untuk mempertahankan penampilan yang baik dan sanitasi yang layak daripada hanya membersihkan ketika itu kotor.
Membersihkan toilet adalah bagian dari pembersihan gedung yang mungkin memiliki kesan tidak begitu baik. Namun, membersihkan toilet menjadi sangat penting dalam budaya Jepang. Jepang kuno percaya bahwa ada dewa yang tinggal di kamar kecil. Jika toilet tetap bersih, pemilik akan kaya dan beruntung.
Dengan demikian, memelihara toilet yang bersih dapat menghasilkan bisnis yang sukses. Mereka juga tahu bahwa jamur dan bakteri tumbuh baik di kamar kecil. Jika toilet kotor, orang kemungkinan akan sakit, sehingga toilet Jepang selalu bersih dan tersanitasi.
Hal itu adalah bukti budaya mereka karena dapat meninggalkan kesan yang baik kepada pelanggan dan menjadi strategi tidak langsung untuk meningkatkan penjualan.
Membersihkan gedung bukan hanya menjaga kebersihan, tetapi memberikan pengguna fasilitas lingkungan yang aman, higienis, dan nyaman. Hal tersebut juga dapat berkontribusi untuk menambah nilai bangunan dengan meningkatkan keberlanjutannya.
Info Gaji Kerja Building Cleaner di Jepang Termasuk Tokutei Ginou
Jam Kerja
Di Jepang, jam kerja umum adalah 8 jam per hari mulai pukul 09.00 sampai 18.00 dengan istirahat 1 jam. Namun sebagian besar staf kebersihan gedung bekerja paruh waktu karena mereka seharusnya melakukan pembersihan di pagi hari atau tengah malam ketika bangunan kosong.
Di pusat perbelanjaan mereka biasanya bekerja di siang hari dan di hotel bekerja antara pukul 09.00 sampai 15.00 untuk memenuhi kebutuhan pembersihan kamar hotel sebelum check-in dan setelah check-out.
Persyaratan Keterampilan
Sebagian besar, keterampilan dalam membersihkan gedung dipelajari di tempat kerja. Pendidikan formal atau pengalaman kerja tidak diperlukan. Biasanya, pemula akan mendapatkan pelatihan jangka pendek dari staf yang lebih berpengalaman dengan belajar cara menggunakan buffer lantai, penggosok lantai, dan cairan kimia pembersih.
Namun, jika kamu ingin mengikuti tes untuk Visa Pekerja Berketerampilan Khusus, kamu harus mengikuti dan lulus tes keterampilan dahulu.
| Full time | Umum | Tokutei Ginou |
| 186.816-283.400 yen atau Rp 19,5 juta-29,5 juta-an per bulan | 195.888-200.000 yen atau Rp 20,4 juta-21 juta-an per bulan |
| Part time | 900-1.900 yen atau Rp 95.000-198.000-an per jam | |
Waktu kerja part time ada yang tiga sampai empat hari dengan durasi empat sampai lima jam tanpa istirahat.
Sementara itu, waktu kerja full time umumnya lima hari dalam seminggu. Durasi kerja delapan jam plus satu jam untuk istirahat.
Info Gaji Kerja Building Cleaner di Jepang Termasuk Tokutei Ginou
Kesimpulan
Untuk informasi terbaru, pastikan dengan memeriksa situs web Japan Building Maintenance Association. Kamu juga bisa mendapatkan panduan ujian dan materi belajar dalam bahasa Indonesia di situs tersebut, jadi silahkan gunakan sebagai referensi.
Sumber : https://ohayojepang.kompas.com/read/2393/gaji-kerja-di-jepang-sebagai-building-cleaner-termasuk-tokutei-ginou
執筆者 admin | 2 10月 2024 | 記事, Pekerjaan
Dokumen Untuk Daftar SSW atau Tokutei Ginou. Kamu harus lulus tes Bahasa Jepang dan tes uji keterampilan bila kamu ingin bekerja di Jepang dengan status SSW 1. Tentunya, kamu dapat mengajukan izin tinggal SSW bila sudah menandatangani kontrak dengan perusahaan di Jepang.
Orang Indonesia yang ingin bekerja di Jepang bisa melalui program Pekerja Berketerampilan Spesifik atau Specified Skilled Worker (SSW) atau Tokutei Ginou. Selain itu, diperlukan juga sejumlah dokumen yang harus dilengkapi oleh calon pekerja dan perusahaan tujuan.
Dokumen Untuk Daftar SSW atau Tokutei Ginou
Tokutei Ginou (SSW) merupakan skema keterampilan tertentu yang bertujuan untuk menerima warga negara asing dengan kemampuan dan keterampilan tertentu di sektor industri yang kesulitan mendapatkan tenaga kerja di dalam negeri.
Keuntungan Program Tokutei Ginou (SSW)
- Biaya keberangkatan Tokutei Ginou relatif murah jika dibandingkan program Magang.
- Dapat perpindah perusahaan dengan bidang yang sama. Memungkinkan pindah bidang jika memiliki sertifikat kemampuan di bidang yang dituju.
- Dapat membawa keluarga setelah 5 tahun atau menggunakan visa Tokutei Ginou 2 go. Bahkan dapat membawa anak.
- Dibandingkan Program magang atau Ginojisshusei, Tokutei Ginou memiliki masa bekerja yang lebih panjang yaitu 5 tahun.
- Tokutei Ginou memiliki batas usia yang lebih luas. Bahkan, usia diatas 35 tahun pun bisa bekerja selama memiliki sertifikat yang dibutuhkan.
- Setelah Anda tinggal di Jepang dengan Visa Tokutei Ginou selama 10 tahun, Anda bisa mendapatkan permanen residen dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
Sistem yang dirancang untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja yang semakin meningkat di antara usaha kecil dan menengah dengan menerima warga negara asing dengan tingkat keahlian dan keterampilan tertentu di 14 sektor industri (disebut sektor industri spesifik), di mana sangat sulit untuk merekrut tenaga kerja di dalam negeri.
Keterampilan Khusus adalah status kependudukan (visa) pertama yang secara resmi diakui oleh pemerintah.
Persyaratan Bekerja di Jepang
- Pria usia 18-40 Tahun
- Wanita usia 18-40 Tahun
- Tinggi dan berat badan proposional
- Tidak memiliki riwayat penyakit jantung,TBC, dan patah tulang
- Tidak buta warna (buta warna parsial masih diperbolehkan dengan pilihan job terbatas)
- Tidak bertato
- Memiliki sertifikat ujian kemampuan Bahasa Jepang setara N4 dan SSW
- Ex Ginou Jisshusei jika ingin melanjutkan tokutei ginou ke bidang yang sama
Dokumen Untuk Daftar SSW atau Tokutei Ginou
Melansir situs dukungan program SSW, kamu perlu menyiapkan dokumen sebagai berikut:
– Formulir permohonan (ditulis oleh calon pekerja dan perusahaan)
– Surat hasil pemeriksaan kesehatan dari rumah sakit
– Dokumen yang berhubungan dengan pensiunan, premi asuransi kesehatan, dan pajak:
– Surat pemberitahuan pajak dan surat keterangan pembayaran pajak
– Slip pemotongan pajak
– Fotokopi kartu peserta asuransi kesehatan nasional
– Bukti pembayaran asuransi kesehatan masyarakat
– Dokumen yang membuktikan kelulusan ujian (misalnya tes Bahasa Jepang dan tes uji keterampilan)
– Dokumen riwayat hidup
Formulir permohonan terdiri dari beberapa dokumen sebagai berikut:
– Curriculum Vitae Pekerja Asing Berketerampilan Khusus
– Lembar pemeriksaan kesehatan pribadi
– Perjanjian kerja Pekerja Berketerampilan Khusus
– Syarat kerja
– Surat konfirmasi panduan awal
– Persetujuan pembayaran biaya dan surat rincian
– Surat pernyataan transfer keterampilan
– Surat pernyataan persyaratan kerja
– Formulir penjelasan detail rekrutmen kerja
– Rencana Bantuan Pekerja Asing Berketerampilan Khusus 1
– Surat pernyataan terkait total masa tinggal
– Surat keterangan pembayaran gaji
– Surat konfirmasi orientasi terkait kehidupan
Setelah calon pekerja dan perusahaan melengkapi dokumen yang diperlukan, calon pekerja dapat mengajukan izin tinggal SSW.
Dokumen Untuk Daftar SSW atau Tokutei Ginou
Sumber : https://ohayojepang.kompas.com/read/2378/dokumen-yang-diperlukan-untuk-daftar-ssw-atau-tokutei-ginou?page=all#page2
執筆者 admin | 1 10月 2024 | 記事, Pekerjaan
Pengertian Budaya Kerja Horenso di Jepang. Salah satu budaya kerja di Jepang yaitu hōkoku (報告) yang berarti laporan, renraku (連絡) artinya mengkomunikasikan atau menginformasikan, dan sōdan (相談) berarti konsultasi.
Berbicara tentang budaya dalam bisnis, perusahaan Jepang memiliki budaya kerja yang berbeda dengan negara lain. Jepang dikenal sebagai negara yang memiliki beragam budaya dan adat istiadat. Selain itu, Jepang juga sangat unggul dan maju dalam bidang pendidikan, teknologi, dan ekonomi. Dalam bidang ekonomi, Jepang memiliki banyak perusahaan besar yang sangat maju dan terkenal. Kemajuan ekonomi di Jepang tidak terlepas dari penerapan budaya bisnis Jepang.
Di Jepang ada budaya kerja yang sangat penting, yaitu Horenso. Orang Jepang selalu menerapkan budaya Horenso saat melakukan pekerjaan. Apa yang dimaksud dengan Horenso , mari kita bahas dan jelaskan disini.
Pengertian Budaya Kerja Horenso di Jepang
Hou-Ren-Sou atau dibaca Horenso adalah budaya kerja orang Jepang dalam berkomunikasi dan berdiskusi. Adapun prinsip Horenso merupakan singkatan dari tiga konsep, yaitu Houkoku yang berarti melaporkan, Renraku yang berarti menginformasikan, dan Soudan yang berarti konsultasi atau pra-konsultasi. Semua perusahaan di Jepang menerapkan budaya kerja ini. Budaya horenso dilakukan agar komunikasi dan informasi dapat berjalan dengan lancar dan baik.
Secara umum, budaya kerja Horenso diajarkan kepada karyawan baru di perusahaan Jepang selama masa orientasi atau pelatihan. Budaya horenso umumnya diterapkan oleh orang Jepang dalam urusan bisnis atau pekerjaan. Jika kalian berencana untuk bekerja di Jepang atau bekerja dengan orang Jepang, kalian harus mengetahui dan menerapkan budaya Horenso karena ini akan memudahkan Anda.
Pasalnya, komunikasi menjadi prioritas utama melebihi apapun dalam dunia bekerja di Jepang. Bila ingin bekerja di Jepang, kamu tentunya harus mengetahui pula budayanya.
Ketiga kebiasaan itu dilakukan agar komunikasi dalam dunia bisnis lebih lancar. Menariknya, orang Jepang menyingkat sebutan tiga kebiasaan itu menjadi HoRenSo.
Istilah itu lebih mudah diingat karena pengucapannya mirip dengan cara menyebut hōrensō (ほうれん草) alias bayam dalam Bahasa Jepang.
Setiap negara memiliki budaya kerjanya masing-masing, begitu juga Jepang. Salah satu konsep paling dasar yang biasanya menjadi dasar budaya kerja Jepang adalah HoRenSo, yang merupakan singkatan dari Hokoku (Melaporkan), Renraku (Menginformasikan), dan Sodan (Konsultasi).
Secara sederhana, konsep Horenso ini adalah sebuah tata cara berkomunikasi untuk mengatasi suatu permasalahan di tempat kerja. Tujuannya agar komunikasi dan penyampaian informasi tersampaikan dengan cepat sehingga dapat berjalan dengan baik dan benar, serta setiap progress atau kemajuan dari suatu pekerjaan bisa diketahui oleh banyak orang karena adanya laporan yang intensif secara rutin.
Horenso erat dengan hierarki yang ada dalam perusahaan karena adanya kegiatan pelaporan oleh karyawan yang harus selalu melaporkan hasil kerjanya kepada atasan. Kemudian, atasan dan bawahan atau antar rekan kerja saling berbagi informasi yang diikuti dengan kegiatan konsultasi dengan bertukar pendapat untuk mendapatkan ide/saran perbaikan.
Hal-hal terpenting dalam konsep Horenso adalah cara penyampaian yang mudah, mendetail dengan 5W+1H (What, Who, When, Where, Why + How) dan berisi kesimpulan yang ringkas, sampaikan ide perbaikan, laporkan secepatnya, pro-aktif bertanya, dan perhatikan waktu saat melaporkan atau berdiskusi. Baiknya tetapkan waktu luang untuk mengadakan briefing, meeting mingguan, dll. Kemudian acara ditutup dengan sesi tanya jawab.
Pengertian Budaya Kerja Horenso di Jepang
Budaya kerja Horenso di Jepang adalah sistem penyelesaian masalah yang didasarkan pada tiga kata Lantas, apa itu budaya kerja HoRenSo di Jepang? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Hōkoku (Laporan/Melaporkan)
Mengutip artikel yang telah tayang di Ohayo Jepang pada Rabu (16/6/2021), pekerja harus melaporkan progres pekerjaan kepada atasan secara berkala. Laporan harus dilakukan secara lebih formal, sesuai dengan makna hōkoku.
Pekerja juga harus melaporkan seputar kesalahan atau kecelakaan selama melakukan pekerjaan tersebut, bila ada. Laporan secara berkala kepada atasan juga penting bagi tim manajerial kantor untuk mencegah mereka melakukan micro-managing.
Renraku (Menginformasikan/Mengkomunikasikan)
Makna renraku itu memberi informasi atau mengkomunikasikan progres pekerjaan kepada kolega atau anggota satu tim. Pekerja dapat menyampaikan informasi secara tidak terlalu formal karena dilakukan kepada kolega.
Tujuan renraku untuk memastikan pekerja yang terlibat atau berhubungan dengan suatu proyek itu mengetahui informasi pekerjaan yang terbaru. Salah satu bentuk sederhana renraku misalnya memberi tahu rekan kerja bahwa ada perubahan lokasi meeting.
Sōdan (Konsultasi/Minta Saran)
Meminta saran atau nasihat kepada seseorang yang terkait dengan pekerjaan menjadi hal yang diapresiasi di Jepang. Bahkan, berkonsultasi seperti itu dianggap sebagai bentuk inisiatif untuk meningkatkan kemampuan diri.
Pekerja yang menghadapi suatu masalah atau mau meminta pendapat dari berbagai sudut pandang dapat melakukan renraku.
Sōdan bertujuan agar semua orang atau pekerja yang terlibat dalam pekerjaan itu berada pada jalur yang sama alias tidak ada yang tertinggal. Memahami beragam budaya kerja di Jepang menjadi salah satu bentuk keseriusan untuk dapat bekerja di sini.
Dalam budaya kerja Horenso, pekerja harus melaporkan masalah yang terjadi kepada atasan secara berkala, dan tidak menyimpannya sendiri. Selain itu, karyawan juga dapat meminta saran atau pendapat kepada atasan yang lebih berpengalaman jika mengalami kesulitan dalam menentukan keputusan atau menghadapi masalah pekerjaan.
Budaya kerja Horenso merupakan salah satu model sistem komunikasi organisasi di Jepang yang dapat diterapkan sebagai dasar organisasi di perusahaan.
Pengertian Budaya Kerja Horenso di Jepang
Apakah kamu berminat kerja di Jepang?
Sumber : https://ohayojepang.kompas.com/read/2353/mengenal-budaya-kerja-horenso-di-jepang