Lowongan Kerja di Jepang Turun, Pengangguran Tetap Stabil pada Mei 2025

Lowongan Kerja di Jepang Turun, Pengangguran Tetap Stabil pada Mei 2025

Lowongan Kerja di Jepang Turun, Pengangguran Tetap Stabil pada Mei 2025. Pemerintah Jepang mencatat penurunan rasio lowongan kerja secara nasional pada Mei 2025. Rasio ini turun 0,02 poin dari bulan sebelumnya menjadi 1,24. Artinya, terdapat 124 lowongan kerja untuk setiap 100 pencari kerja.

Melansir Xinhua (27/6/2025), penurunan ini menjadi yang pertama dalam tiga bulan terakhir.  Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang menjelaskan, semakin banyak pekerja mencari kondisi kerja yang lebih baik di tengah tekanan inflasi.

Sektor Hotel dan Ritel Alami Penurunan Terbesar

Jumlah lowongan kerja baru menurun di sebagian besar sektor utama. Sektor hotel dan restoran mencatat penurunan paling signifikan, yakni sebesar 19,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sektor grosir dan ritel juga mengalami penurunan sebesar 11,1 persen. Di sisi lain, sektor transportasi dan layanan pos menjadi satu-satunya industri yang mencatat kenaikan. Kenaikan tipis sebesar 0,1 persen ini menunjukkan kekurangan kronis tenaga pengemudi truk dan pekerja transportasi lainnya.

Tingkat Pengangguran Tidak Berubah

Sementara itu, data dari Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi menunjukkan bahwa tingkat pengangguran tetap berada di angka 2,5 persen pada Mei 2025. Angka ini tidak berubah selama tiga bulan berturut-turut.

Jumlah penduduk yang bekerja meningkat sebanyak 330.000 orang atau 0,5 persen dibanding bulan sebelumnya. Secara musiman, jumlah total pekerja di Jepang mencapai 68,37 juta orang. Ini merupakan kenaikan pertama dalam empat bulan terakhir.

Adapun jumlah pengangguran turun sebesar 40.000 orang atau 2,3 persen menjadi 1,72 juta orang. Meskipun terjadi penurunan, seorang pejabat pemerintah menyebut dampaknya terhadap tingkat pengangguran secara keseluruhan masih terbatas.

Jepang sediakan 148 ribu lowongan kerja untuk Indonesia

Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno menyebut Jepang menyediakan 148 ribu lowongan kerja untuk Indonesia dan Jakarta punya peluang mengirimkan tenaga kerjanya ke negara tersebut.

“Jepang memberikan satu kuota yang cukup besar untuk Indonesia, hampir 148.000. Kalau Jakarta bisa mengambil 10.000, harus mulai kita inventarisasi hari ini,” kata dia usai membuka acara “Job Fair Jakarta Goes to Campus Universitas Trisakti” di Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Selasa.

Rano mengatakan, untuk memasuki pasar kerja internasional, calon pekerja harus menguasai sejumlah kemampuan termasuk bahasa asing.

Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berupaya mengumpulkan tenaga kerja sesuai kualifikasi yang dibutuhkan dan menyalurkan mereka ke lapangan kerja yang membutuhkan.

“Kami menginventarisasi untuk program tahun depan dan kami bisa menyalurkan calon tenaga kerja yang lulus, bahwa bekerja itu bukan hanya di Jakarta tapi bisa kita sediakan lapangan pekerjaan di luar negeri,” kata Rano.

Berbicara lowongan kerja, dia mengatakan, Pemprov DKI membutuhkan sebanyak 11 ribu tenaga pemadam kebakaran atau petugas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat).

Sejumlah kompetensi pun menjadi syarat untuk diterima menjadi petugas Gulkarmat. Yang luar biasa tenaga kerja pemadam kebakaran di Jakarta ini menjadi dinas yang paling favorit.

“Masalah Jakarta ada apa-apa lapor ke pemadam kebakaran, bahkan ada suami-istri bertengkar, anaknya lapor ke pemadam kebakaran,” kata Rano.

Pemprov DKI Jakarta mengadakan kegiatan bursa kerja di Universitas Trisakti. Ini menjadi kampus pertama sebagai lokasi kegiatan bursa kerja.

“Hari ini bursa kerja memang kami pilih masuk ke dalam kampus, karena tentu saja segmen tentang lapangan pekerjaan yang ada tentu dengan ‘segmented’ yang berbeda,” ujar Rano.

Cara Bisa Kerja di Jepang Lulusan SMP, Berikut Biaya dan Jalur Resminya

Cara Bisa Kerja di Jepang Lulusan SMP, Berikut Biaya dan Jalur Resminya

Cara Bisa Kerja di Jepang Lulusan SMP, Berikut Biaya dan Jalur Resminya. Melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi kerap menjadi hal ideal yang sulit dicapai. Impian untuk bekerja di luar negeri, terutama di Jepang, telah menjadi jalan keluar bagi banyak anak muda.

Di banyak keluarga Indonesia, terutama yang tinggal di pedesaan, cerita yang sering terdengar adalah berhenti sekolah setelah lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP), lalu mulai bekerja. Alasannya beragam, mulai dari keterbatasan ekonomi, tanggung jawab keluarga, hingga akses sekolah yang terbatas.

Cara Bisa Kerja di Jepang Lulusan SMP, Berikut Biaya dan Jalur Resminya

Citra gaji tinggi, infrastruktur modern, dan stabilitas ekonomi menjadikan Jepang tujuan favorit. Faktanya, tersedia lowongan kerja di Jepang untuk lulusan SMP dan jumlahnya terus meningkat melalui program legal yang terstruktur.

Namun, masih banyak yang mengira bahwa bekerja di Jepang hanya bisa dilakukan oleh lulusan SMA atau perguruan tinggi. Banyak mantan pekerja Indonesia di Jepang yang kembali dengan cerita positif.

Sebagian besar hanya berbekal ijazah SMP, namun berhasil karena pelatihan yang terstruktur dan kemauan belajar di bawah sistem SSW.

Kekurangan Tenaga Kerja di Jepang Jadi Peluang

Jepang tengah menghadapi kekurangan tenaga kerja serius, khususnya di sektor konstruksi, pertanian, perawatan lansia, dan manufaktur.

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang memproyeksikan kebutuhan jutaan pekerja asing hingga 2040. Hal itu bertujuan menjaga kestabilan ekonomi di tengah penurunan angka kelahiran dan populasi lansia yang terus bertambah.

Kondisi ini mendorong Jepang mengembangkan skema visa kerja legal, seperti Specified Skilled Worker (SSW) yang memungkinkan warga negara asing bekerja di sektor lapangan.

Syarat utama visa SSW adalah lulus ujian keterampilan dan memiliki kemampuan bahasa Jepang dasar. Namun, tidak diperlukan ijazah SMA sehingga menjadi peluang besar bagi lulusan SMP asal Indonesia yang siap bekerja dan belajar.

Sudah banyak warga Indonesia lulusan SMP yang berhasil menembus program ini secara legal. Artinya, bekerja secara sah di Jepang bukan sekadar impian bagi mereka yang tak melanjutkan SMA.

Peran BP2MI dan Lembaga Pengirim Resmi

Pemerintah Indonesia melalui Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mengawasi penempatan kerja ke luar negeri secara legal. Ribuan pekerja Indonesia dikirim ke Jepang setiap tahun melalui skema resmi, dan banyak di antaranya adalah lulusan SMP.

Penempatan kerja legal wajib melalui lembaga pengirim resmi berlisensi. Lembaga ini memberikan pelatihan keterampilan, penempatan kerja, dan pembekalan budaya.

Mereka menerima peserta lulusan SMP selama memenuhi syarat usia, kesehatan, dan kesiapan mental terutama untuk pekerjaan yang tercakup dalam skema visa kerja resmi Jepang dan tergolong lowongan kerja ijazah SMP.

Lulusan SMP Tetap Punya Harapan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sebagian besar angkatan kerja di Indonesia, terutama dari keluarga berpenghasilan rendah, hanya memiliki pendidikan hingga tingkat SMP.

Namun, semangat untuk memperbaiki kondisi ekonomi tetap tinggi. Bagi mereka, Jepang menghadirkan jalur yang legal, terstruktur, dan berorientasi pada peningkatan keterampilan.

Dibanding masuk ke jalur kerja ilegal di negara lain, banyak yang kini memilih program pelatihan resmi ke Jepang. Program ini tak sekadar menawarkan pekerjaan, tetapi juga menjembatani antara kerja kasar dan peningkatan profesionalisme tanpa memandang latar belakang pendidikan tinggi.

Cara Bisa Kerja di Jepang Lulusan SMP, Berikut Biaya dan Jalur Resminya

Tantangan Bahasa, Tapi Bisa Diatasi

Bahasa menjadi tantangan utama bagi lulusan SMP yang ingin bekerja di Jepang. Mayoritas program kerja mengharuskan peserta memiliki sertifikat kemampuan bahasa Jepang level N5 atau N4 dari Japan Foundation.

Meskipun cukup sulit, tantangan ini bukan jalan buntu. Kini, banyak lembaga pengirim di Indonesia yang menyertakan pelatihan bahasa Jepang gratis atau bersubsidi dalam program mereka. Dengan dukungan sistem yang tepat, lulusan SMP tetap punya peluang untuk lolos seleksi.

Bidang Pekerjaan untuk Lulusan SMP

Beberapa sektor pekerjaan di Jepang secara aktif menerima tenaga kerja asing lulusan SMP melalui jalur legal atau skema visa SSW.

Berikut bidang-bidang yang tersedia:

  • Pertanian: Bertani di rumah kaca, panen buah, menanam padi.
  • Perikanan dan Akuakultur: Pengolahan dan penanganan hasil laut.
  • Konstruksi: Perancah, pembongkaran, tukang kayu, pekerjaan lapangan.
  • Industri Makanan dan Minuman: Pengemasan, kebersihan, pengoperasian mesin.
  • Kebersihan Gedung: Pembersihan kantor, fasilitas umum, dan hotel.
  • Industri Jasa Makanan: Asisten dapur, menyiapkan makanan, mencuci peralatan.
  • Akomodasi: Membersihkan kamar, housekeeping, membantu di area tamu.
  • Kehutanan: Penebangan, pemeliharaan hutan, pengolahan kayu.
  • Perawatan dan Perbaikan Kendaraan: Pemeriksaan, penggantian suku cadang.
  • Pengolahan Logam: Pengecoran, penempaan, perawatan permukaan logam.
  • Manufaktur Mesin Industri: Perakitan dan kontrol kualitas mesin.
  • Elektronik dan Teknologi Informasi: Perakitan dan inspeksi perangkat.
  • Industri Kapal dan Kelautan: Pengelasan, pengecatan, perakitan komponen.
  • Industri Penerbangan: Penanganan bagasi, pembersihan pesawat.
  • Transportasi Mobil: Mengemudi truk logistik dan kendaraan niaga.
  • Perawatan Lansia: Pendampingan lansia di fasilitas berlisensi (butuh kemampuan bahasa lebih tinggi).

Seluruh bidang ini masuk dalam skema visa SSW 1 dan tidak mempersyaratkan ijazah SMA atau kuliah.

Pekerja harus mempunyai etos kerja, disiplin, dan kemauan belajar.

Biaya Penempatan Legal dan Keuntungannya

Salah satu kekhawatiran calon pekerja adalah biaya penempatan. Agen ilegal sering menawarkan “jalan pintas” dengan biaya lebih murah. Namun, risiko jangka panjangnya besar: penahanan, deportasi, dan daftar hitam.

Melalui jalur legal seperti BP2MI dan lembaga pengirim resmi, biaya penempatan memang lebih tinggi. Biaya mencakup dokumen, pelatihan bahasa, pembekalan, hingga tiket pesawat.

Namun, perlindungan hukum, upah standar, dan akses jaminan kesehatan membuatnya jauh lebih aman. BP2MI mengimbau calon pekerja migran agar hanya memilih jalur legal melalui lembaga pengirim resmi.

Beberapa program bahkan menyediakan skema cicilan atau dukungan finansial agar lebih terjangkau. Program ini sering diawali sebagai lowongan kerja ijazah SMP, terutama bagi anak muda di daerah.

Penutup

Bagi lulusan SMP, bekerja secara legal di Jepang bukan lagi mimpi mustahil. Jalurnya memang tidak mudah, karena butuh usaha, kemampuan bahasa, serta kesiapan mental. Tapi, peluangnya nyata.

Masalah populasi lansia dan kekurangan tenaga kerja di Jepang bukan sekadar statistik. Bagi pekerja Indonesia, itu adalah peluang.

Dengan program pemerintah, pelatihan resmi, dan jalur legal, lulusan SMP pun bisa melangkah ke Jepang bukan sebagai pekerja ilegal, melainkan sebagai tenaga terlatih yang dihargai atas kerja keras dan kedisiplinan.

Jadi, kalau selama ini kamu mengira lowongan kerja ijazah SMP di Jepang hanyalah mitos atau hanya tersedia lewat jalur gelap, kini saatnya berpikir ulang. Pintu terbuka lebar, asal masuk secara sah dan siap menghadapi tantangan.

Cara Bisa Kerja di Jepang Lulusan SMP, Berikut Biaya dan Jalur Resminya

Sumber:

Kerja di Jepang Gaji Naik 5,46 % Tahun Ini 2025, Tertinggi dalam 34 Tahun

Kerja di Jepang Gaji Naik 5,46 % Tahun Ini 2025, Tertinggi dalam 34 Tahun

Kerja di Jepang Gaji Naik 5,46 % Tahun Ini 2025, Tertinggi dalam 34 Tahun. Melansir Reuters pada Jumat (14/3/2025), kenaikan gaji ini merupakan yang terbesar dalam 34 tahun terakhir. Data dari Rengo (Konfederasi Serikat Buruh Jepang) menunjukkan bahwa kesepakatan awal kenaikan gaji pokok sebesar 5,46 persen.

Ini menandai kenaikan gaji yang signifikan untuk tiga kali berturut-turut dalam beberapa tahun terakhir. Dalam negosiasi kenaikan gaji pekan ini, banyak perusahaan besar di Jepang menyatakan telah memenuhi tuntutan serikat pekerja.

Kerja di Jepang Gaji Naik 5,46 % Tahun Ini 2025, Tertinggi dalam 34 Tahun

Beberapa perusahaan, termasuk konglomerat elektronik Hitachi, memberikan rekor kenaikan gaji tertinggi. Di sisi lain, pembuat kebijakan telah lama mendesak perusahaan-perusahaan di Jepang untuk meningkatkan gaji guna memulihkan daya beli masyarakat.

Kenaikan gaji tertinggi ini dianggap penting untuk mengimbangi kenaikan biaya hidup akibat inflasi. Inflasi harga makanan di Jepang mencapai 4 persen pada Januari 2025, tertinggi dalam dua tahun terakhir. Meski kenaikan gaji terbilang cukup tinggi, para ekonom tidak terlalu optimistis hal itu dapat mendorong konsumen untuk meningkatkan pengeluaran mereka.

Sebanyak 61,9 persen perusahaan di Jepang berencana menaikkan gaji karyawan pada tahun fiskal mendatang (1 April 2025-31 Maret 2026), berdasarkan survei Teikoku Databank pada akhir Januari.

Melansir Japan Times pada Kamis (20/2/2025), langkah itu sebagai bagian dari negosiasi upah tahunan yang akan mencapai puncaknya pada Maret. Selain itu, sekitar 56 persen dari sekitar 11.000 perusahaan yang disurvei berencana menaikkan gaji pokok.

Angka ini juga merupakan yang tertinggi sejak Teikoku Databank mulai mencatat data serupa pada 2007. Konfederasi Serikat Buruh Jepang (Rengo), serikat pekerja terbesar di Jepang, menetapkan target kenaikan upah minimal 5 persen tahun ini.

Rengo terus menekan pemerintah dan pemimpin bisnis melalui berbagai pertemuan dalam beberapa bulan terakhir. Sementara itu, kelompok ekonom memproyeksi rata-rata kenaikan upah sebesar 4,92 persen pada tahun ini, sedikit lebih rendah dibandingkan kenaikan tahun lalu yang mencapai 5,33 persen.

Rengo dijadwalkan mengumumkan rekapitulasi tuntutan pekerja pada 6 Maret, dengan hasil awal kesepakatan upah akan dirilis pada 14 Maret. Negosiasi tahun ini berpotensi kembali mencatatkan kenaikan signifikan dalam sejarah ketenagakerjaan di Jepang dengan meningkatnya persentase perusahaan yang berencana menaikkan upah.

Kerja di Jepang Gaji Naik 5,46 % Tahun Ini 2025, Tertinggi dalam 34 Tahun

Dukungan Pemerintah Jepang untuk Peningkatan Upah di UKM

Menambahkan dari situs web Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang, pemerintah menyediakan skema bantuan untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) guna mendukung peningkatan upah pekerja.

Program ini mencakup subsidi perbaikan operasional, insentif bagi perusahaan yang meningkatkan status karyawan kontrak, serta skema keringanan pajak bagi UKM yang menaikkan gaji karyawan.

1. Subsidi Perbaikan Operasional

Subsidi ini diberikan kepada UKM yang meningkatkan upah pekerja melalui investasi dalam peralatan produksi atau pelatihan karyawan.

Program ini bertujuan untuk mendorong efisiensi kerja dan peningkatan produktivitas, sehingga perusahaan dapat mempertahankan kenaikan upah secara berkelanjutan.

Bantuan yang diberikan mencakup sebagian biaya investasi yang dilakukan oleh perusahaan, seperti pengadaan mesin baru atau pelatihan bagi tenaga kerja.

UKM yang memenuhi persyaratan tertentu dapat memperoleh peningkatan batas maksimal subsidi serta rasio bantuan yang lebih tinggi.

2. Subsidi Peningkatan Karier

Program ini mendukung perusahaan yang mengubah status karyawan kontrak, pekerja paruh waktu, atau tenaga kerja sementara menjadi karyawan tetap.

Selain itu, subsidi ini juga mendorong perbaikan kesejahteraan pekerja melalui kenaikan gaji dan peningkatan kondisi kerja.

Subsidi ini dapat dimanfaatkan oleh perusahaan dalam menerapkan kebijakan equal pay for equal work (kesetaraan upah untuk pekerjaan yang sama) serta dalam menyesuaikan struktur tenaga kerja dengan sistem kompensasi lebih stabil.

3. Insentif Pajak untuk Kenaikan Upah di UKM

UKM yang menaikkan gaji karyawan dapat memperoleh keringanan pajak melalui skema ini.

Perusahaan dapat mengurangi pajak korporasi (untuk badan hukum) atau pajak penghasilan (untuk pemilik usaha perseorangan) berdasarkan persentase kenaikan gaji yang diberikan dengan memenuhi persyaratan tertentu.

Program ini dirancang untuk memberikan insentif finansial bagi UKM agar lebih mampu meningkatkan kesejahteraan pekerja tanpa membebani stabilitas bisnis mereka.

Perusahaan-perusahaan di Jepang tengah berlomba-lomba menaikkan gaji karyawan pada 2025. Kondisi ini mencerminkan tren baru dalam dunia bisnis yang dipicu oleh inflasi, kekurangan tenaga kerja, dan tekanan dari serikat pekerja.

Survei terbaru Teikoku Databank menunjukkan bahwa 61,9% perusahaan berencana menaikkan upah tahun ini, mencetak rekor tertinggi sejak survei ini dimulai.

Tren ini semakin terlihat dengan meningkatnya jumlah perusahaan yang siap memberikan kenaikan gaji pokok, mencapai 56%, angka tertinggi sejak 2007. Dilansir dari The Mainichi, perusahaan-perusahaan besar seperti Suntory Holdings Ltd. bahkan telah mengumumkan kenaikan gaji hingga 7% untuk menarik dan mempertahankan talenta terbaik di tengah pasar tenaga kerja yang semakin kompetitif.

Serikat pekerja terbesar di Jepang, Rengo, menargetkan kenaikan gaji minimal 5% tahun ini, dengan dorongan lebih besar bagi usaha kecil dan menengah (UKM).

Langkah ini dilakukan agar dapat mengejar ketertinggalan dari perusahaan besar. Tahun lalu, perusahaan besar mencatat kenaikan upah rata-rata 5,58%, tertinggi dalam 33 tahun, sementara UKM hanya sekitar 4%.

Secara keseluruhan, rata-rata kenaikan upah pekerja menjadi 5,1% atau menjadi JPY 15.281 per month atau naik sekitar Rp 1.671.435. 

Sebagai informasi, upah minimum pekerja Jepang  berada di kisaran JPY 1.054 per jam atau Rp 115.940 per jam. Angkanya tentu saja berbeda tiap-tiap wilayah. Upah minimum per wilayah tentu berbeda. Tokyo, misalnya, ada di angka JPY 1.163 sementara Osaka di JPY 1.114 per jam.
Jika menghitung jam kerja delapan jam per hari dan hari kerja 20 hari maka upah minimum pekerja di Jepang ada di kisaran Rp 18,55 juta.

Masakazu Tokura, Ketua Federasi Bisnis Jepang (Keidanren), menegaskan bahwa perusahaan besar memiliki tanggung jawab untuk memastikan UKM dalam rantai pasokan mereka juga dapat meningkatkan upah.

Namun, survei Small and Medium Enterprise Agency menunjukkan kurang dari 50% UKM dapat meneruskan kenaikan biaya tenaga kerja ke harga jual mereka, sehingga masih menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja.

Kenaikan upah di perusahaan besar akan lebih besar pula. Serikat pekerja Hitachi dan perusahaan elektronik besar Jepang lainnya menuntut kenaikan skala gaji bulanan sebesar JPY 17.000 yang merupakan rekor dalam perundingan tenaga kerja musim semi shuntō mereka.

Pasca pandemi, kenaikan upah pekerja Jepang menjadi perdebatan panas. Pasalnya, kenaikan upah di Jepang relatif kecil dibandingkan negara maju lainnya. Beban warga Jepang juga meningkat usai meletusnya perang Rusia-Ukraina.

Selain untuk menjaga daya beli masyarakat, perusahaan Jepang kini khawatir akan kehilangan pekerja yang potensial dan kemungkinan mencari gaji yang lebih tinggi di luar Jepang.
Peningkatan gaji diharapkan bisa menciptakan lingkaran keuntungan dengan meningkatkan kualitas tenaga kerja dan daya saing perusahaan di pasar global.

“Perusahaan-perusahaan Jepang yang kini sudah bersaing secara global mulai menyadari rendahnya gaji di Jepang. Saya pikir mereka mulai khawatir pekerja muda mereka yang luar biasa akan diambil perusahaan lain,” tutur vice chairman of Japan Research Institute, Hisashi Yamada, dikutip dari Japan Times.

Tahun lalu, manajemen Toyota memberikan kenaikan gaji terbesar sejak 1999. Gaji bulanan dinaikkan hingga 28.440 yen ($187).
Serikat pekerja Nissan Motor Co. meminta kenaikan gaji bulanan sebesar JPY 18.000 yang sama dengan 2023 tetapi menurunkan tuntutan bonus tahunan menjadi 5,2 bulan gaji bulanan, turun 0,6 bulan.

Serikat pekerja Honda Motor Co., sementara itu, menuntut kenaikan gaji bulanan sebesar JPY 19.500.

Perlombaan naik juga sangat gencar pada 2023. Toyota melipatgandakan gaji pokok dan bonus pada 2023 atau pasca perang Rusia-Ukraina. Tidak tanggung-tanggung, bonus yang diberikan tahun ini setara dengan 6,7 bulan gaji.

Rival terberat mereka, Honda, pada 2023 mengumumkan rencana kenaikan gaji. Produsen otomotif tersebut akan menaikkan gaji hingga 5% atau terbesar dalam 30 tahun.

Aeon akan menaikkan gaji per jam pegawai part time mereka hingga 7%. Sebanyak 400.000 pekerja part time mereka akan mendapat kenaikan upah tersebut.

Kerja di Jepang Gaji Naik 5,46 % Tahun Ini 2025, Tertinggi dalam 34 Tahun

Upah minimum Jepang

Foto: Nippon.com
Upah minimum Jepang

Sejarah Shunto

Kenaikan upah di Jepang sangat lekat dengan tradisi Shunto.  Secara tradisi, perusahaan-perusahaan Jepang memang sudah mulai membicarakan kenaikan gaji menjelang shunto pada Maret atau bulan terakhir pada tahun fiskal Jepang.

Shunto, yang pertama kali dimulai pada 1955, bertujuan meningkatkan kesejahteraan pekerja melalui negosiasi kolektif lintas industri. Pada masa pertumbuhan ekonomi cepat Jepang di tahun 1960-an, Shunto memainkan peran besar dalam mendorong kenaikan upah yang signifikan. Namun, setelah guncangan ekonomi akibat krisis minyak 1973, kebijakan Shunto bergeser untuk menyesuaikan dengan kondisi ekonomi makro.

Era pasca-bubble ekonomi Jepang (1990-an) membawa tantangan baru bagi Shunto. Resesi berkepanjangan dan deflasi menyebabkan banyak perusahaan enggan menaikkan gaji, bahkan IMF-JC sempat menghentikan tuntutan kenaikan gaji dasar pada 2002. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Jepang kembali mendorong perusahaan untuk meningkatkan upah guna keluar dari stagnasi ekonomi yang berkepanjangan.

Kenaikan upah yang agresif ini menjadi sinyal positif bagi Bank of Japan (BOJ) dalam upayanya menciptakan siklus ekonomi yang lebih sehat. Jika tren ini berlanjut, BOJ diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga pada pertengahan 2025. Anggota dewan BOJ, Hajime Takata, menyatakan bahwa suku bunga dapat dinaikkan lebih lanjut jika kondisi ekonomi tetap sesuai ekspektasi.

Namun, masih ada kekhawatiran bahwa kompetisi kenaikan upah ini belum merata, terutama bagi UKM yang mempekerjakan sekitar 70% tenaga kerja Jepang. Tanpa peningkatan upah yang meluas ke sektor ini, konsumsi rumah tangga bisa tetap stagnan, menghambat pemulihan ekonomi secara keseluruhan.

Persaingan Upah ke Depan, Siapa yang Akan Bertahan?

Dalam kompetisi ini, perusahaan yang lebih cepat menaikkan upah dan memperbaiki kondisi kerja akan lebih unggul dalam menarik tenaga kerja. Ke depan, perusahaan besar diharapkan lebih aktif membantu UKM menyesuaikan harga untuk menutup kenaikan biaya tenaga kerja.

Selain itu, pemerintah perlu memperkuat kebijakan yang mendukung transformasi digital dan peningkatan produktivitas di sektor UKM, sehingga mereka dapat bersaing lebih baik dalam kondisi ekonomi yang semakin kompetitif.

Keputusan yang akan diambil dalam Shunto 2025 akan menjadi penentu arah ekonomi Jepang ke depan. Jika tren kenaikan gaji ini terus berlanjut dan didistribusikan secara merata, Jepang berpotensi keluar dari stagnasi ekonomi dan memasuki fase pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.

Menarik Buat Warga RI
Upah minimum yang tinggi menjadi salah satu alasan banyaknya warga Indonesia yang bekerja di Jepang. Data Bank Indonesia menunjukkan pekerja migran Indonesia di Jepang mencapai 38 ribu orang per akhir kuartal II-2024. Angka ini melonjak 153% dalam tiga tahun terakhir.

Jumlah ini bisa melonjak ke depan jika Jepang menjadi tujuan pekerja di Indonesia untuk “kabur”. Sebagai catatan, dalam beberapa minggu terakhir, bahkan muncul pembicaraan ramai mengenai fenomena “Kabur Aja Dulu” di aplikasi X atau yang dulunya Twitter kini tengah ramai diperbincangkan.

Fenomena ini mencerminkan kekecewaan masyarakat terhadap berbagai masalah di Indonesia yang membuat para generasi muda ingin pindah ke negara asing.

Kerja di Jepang Gaji Naik 5,46 % Tahun Ini 2025, Tertinggi dalam 34 Tahun

Sumber : kompas.com

Info Cara Menghitung Gaji Bersih di Jepang, Ada Potongan Asuransi dan Pajak

Info Cara Menghitung Gaji Bersih di Jepang, Ada Potongan Asuransi dan Pajak

Info Cara Menghitung Gaji Bersih di Jepang, Ada Potongan Asuransi dan Pajak. Untuk menghitung gaji bersih di Jepang, Anda perlu mengurangi berbagai potongan dari gaji kotor (gaji sebelum potongan). Potongan-potongan ini termasuk pajak penghasilan dan pajak tinggal (resident tax), serta iuran asuransi sosial seperti asuransi kesehatan, asuransi pensiun, dan asuransi ketenagakerjaan.

Di Jepang, perlu untuk memenuhi kewajiban untuk membayar pajak (pajak penghasilan, pajak daerah, premi asuransi kesehatan, dan premi asuransi pensiun). Pekerja asing yang tinggal di Jepang, termasuk mahasiswa yang bekerja paruh waktu, harus membayar pajak jika mereka bekerja dan mendapatkan penghasilan di Jepang.
Oleh karena itu, jumlah yang dibayarkan oleh perusahaan (gaji) dan jumlah yang diterima setelah pajak dipotong (gaji bersih) akan berbeda.

Info Cara Menghitung Gaji Bersih di Jepang, Ada Potongan Asuransi dan Pajak

Pada slip gaji, terdapat informasi tentang jumlah gaji yang dibayarkan, jumlah potongan pajak, dan jumlah gaji bersih yang diterima. Oleh karena itu, penting untuk memahami dengan baik ‘jumlah penghasilan Anda sendiri’ dan ‘besaran pembayaran untuk masing-masing komponen’.

Langkah awal dalam menghitung gaji bersih di Jepang yaitu memperhitungkan potongan dari gaji kotor.

Potongan ini biasanya mencakup pajak penghasilan, pajak penduduk, asuransi sosial (asuransi kesehatan, pensiun, dan asuransi ketenagakerjaan), serta potongan khusus dari perusahaan jika ada.

Berikut adalah panduan menghitung gaji bersih di Jepang.

1. Menentukan Gaji Kotor

Berbeda dengan di Indonesia, Jepang selalu menggunakan gaji kotor dalam penyebutan gaji bulanan. Gaji kotor adalah total pendapatan sebelum dipotong pajak dan asuransi. Misalnya, gaji kotor bulanan adalah 300.000 yen, jumlah ini menjadi dasar perhitungan.

2. Pemotongan Asuransi Sosial

Asuransi sosial di Jepang mencakup beberapa komponen berikut:

  • Asuransi Kesehatan (Kenko Hoken): Sekitar 9–10 persen dari gaji kotor (bervariasi tergantung prefektur dan usia). Namun, karyawan hanya membayar sekitar 4,5–5 persen karena biaya ini ditanggung bersama oleh karyawan dan perusahaan.
  • Pensiun (Kosei Nenkin): Sebesar 18,3 persen dari gaji kotor, yang juga dibagi rata dengan perusahaan (sekitar 9,15 persen ditanggung karyawan).
  • Asuransi Ketenagakerjaan (Koyo Hoken): Sekitar 0,3–0,9 persen dari gaji kotor.

Contoh Perhitungan:

  • Asuransi Kesehatan: 300.000 yen × 4,5 persen = 13.500 yen
  • Pensiun: 300.000 yen × 9,15 persen = 27.450 yen
  • Asuransi Ketenagakerjaan: 300.000 yen × 0,6 persen = 1.800 yen

Total potongan asuransi sosial:
13.500 yen + 27.450 yen + 1.800 yen = 42.750 yen (A)

3. Pemotongan Pajak Penghasilan

Pajak penghasilan (所得税, Shotoku-zei) di Jepang bersifat progresif, artinya meningkat seiring bertambahnya pendapatan. Pendapatan kena pajak dihitung dengan mengurangi asuransi sosial dan pengurangan penghasilan kerja dari gaji kotor.

Pengurangan penghasilan kerja (Kyuyo Shotoku Koujo, 給与所得控除) merupakan pengurangan untuk menutupi biaya yang diperlukan dalam bekerja, seperti seragam atau perlengkapan kantor.

Pengurangan dilakukan pada pendapatan dalam setahun. Penghasilan yang dikurangi dengan sistem ini tidak dikenakan pajak penghasilan.

Contoh Perhitungan:

  • Pendapatan Kena Pajak:
    300.000 yen – A (42.750 yen) – pengurangan penghasilan kerja (96.667 yen) = 160.583 yen (B)
  • Pajak Penghasilan: 5.950 yen

4. Pemotongan Pajak Penduduk

Pajak penduduk (住民税, Jumin-zei) biasanya sekitar 10 persen dari pendapatan kena pajak pada tahun sebelumnya. Namun, pajak ini tidak dipotong pada tahun pertama bekerja di Jepang. Pemotongan pajak penduduk baru dimulai pada tahun kedua dan seterusnya.

Meskipun perhitungan pajak penduduk cukup rumit, secara umum, pajak ini untuk seseorang dengan gaji 300.000 yen per bulan (atau 3.600.000 yen per tahun) berkisar 13.000 yen.

Contoh Perhitungan:

  • Pajak Penduduk: 13.000 yen

5. Menghitung Gaji Bersih

Kurangi semua potongan dari gaji kotor untuk mendapatkan gaji bersih.

Dari perhitungan ini, gaji bersih yang diperoleh adalah:

  • 238.300 yen (setelah pajak penduduk, mulai tahun kedua bekerja)
  • 251.300 yen (tanpa pajak penduduk, pada tahun pertama bekerja)

Hal yang Perlu Diperhatikan

Potongan dapat bervariasi tergantung perusahaan, prefektur, dan kondisi personal, seperti usia, jumlah tanggungan, dan status pernikahan.

Oleh karena itu, penting untuk selalu memeriksa slip gaji dan memahami setiap potongan yang berlaku.

Jika memiliki pertanyaan atau memerlukan bantuan dalam perhitungan spesifik, jangan ragu berkonsultasi dengan departemen penggajian perusahaan atau sumber resmi lainnya.

Sumber Perhitungan

  1. National Tax Agency (NTA) – Informasi tarif dan bracket pajak penghasilan:
    https://www.nta.go.jp
  2. Japan Pension Service – Informasi kontribusi pensiun:
    https://www.nenkin.go.jp
  3. Situs Pemerintah Prefektur – Informasi pajak penduduk dan tarif asuransi kesehatan (bervariasi berdasarkan wilayah).
  4. Departemen Penggajian Perusahaan – Perusahaan biasanya menyediakan rincian pemotongan dalam slip gaji (給与明細, Kyuyo Meisai).
Tempat Wisata Okinawa Jepang Mirip Indonesia

Tempat Wisata Okinawa Jepang Mirip Indonesia

Tempat Wisata Okinawa Jepang Mirip Indonesia. Okinawa adalah rangkaian pulau-pulau dengan sejarahnya sebagai kerajaan yang berdiri sendiri dan iklim subtropisnya yang berbeda, serta tempat asal karate. Jelajahi reruntuhan dan istana raja Ryukyu yang telah direstorasi, dan kunjungi pantai serta garis pantai yang menakjubkan dengan susunan koral serta kehidupan bawah laut yang luar biasa. Datanglah untuk melihat paus dan balap perahu naga, flora dan fauna langka, serta cara berpikir pulau yang membuat Anda melupakan jam dan mengikuti matahari.

Dari daratan Jepang, sebagian besar penerbangan ke Bandara Naha di Okinawa berangkat dari Tokyo atau Osaka. Jika Anda datang dari Tiongkok, Korea Selatan, Singapura, Taiwan, atau Hong Kong, tersedia penerbangan internasional langsung ke Okinawa. Okinawa merupakan sebuah kepulauan yang terletak di Jepang bagian selatan. Ada banyak tempat wisata di Okinawa yang wajib dikunjungi, mulai dari situs bersejarah hingga keindahan alam dan buatan. Tidak heran jika kepulauan ini menjadi destinasi favorit wisatawan asal Jepang maupun luar negeri. Popularitasnya semakin meningkat berkat akses transportasi yang mudah.

Tempat Wisata Okinawa Jepang Mirip Indonesia

Okinawa merupakan prefektur di bagian barat daya Jepang yang terdiri dari gugusan pulau. Wilayah ini terkenal dengan alam tropis, budaya yang unik, dan suasana yang berbeda dari daratan utama Jepang. Okinawa bisa dijangkau dari Indonesia melalui penerbangan transit dan menjadi destinasi yang direkomendasikan bagi wisatawan Indonesia yang mencari pengalaman liburan berbeda.

Tiga Tempat Wisata Populer di Okinawa

1. Kastel Shurijo

Kastel Shurijo dulunya merupakan istana kerajaan Ryukyu. Kini, tempat ini menjadi simbol sejarah dan budaya Okinawa. Meskipun bangunan utama sempat terbakar pada 2019, proses restorasi sedang berlangsung dan dijadwalkan selesai pada 2026.

Pengunjung tetap dapat menyaksikan proses pemulihannya secara langsung. Warna merah mencolok dan arsitektur khas Ryukyu menjadikan kastel ini sebagai tempat yang menarik untuk dipelajari dan diabadikan.

2. Akuarium Churaumi

Akuarium ini termasuk salah satu yang terbesar di dunia. Churaumi terkenal dengan tangki raksasa yang dihuni hiu paus dan pari manta.

Tempat ini cocok untuk dikunjungi bersama keluarga karena menyuguhkan edukasi laut yang menyenangkan bagi anak-anak maupun orang dewasa.

3. Pulau Kouri

Pulau kecil ini memiliki air laut sebening kristal dan pantai pasir putih. Pulau Kouri dapat diakses melalui jembatan dari pulau utama,. Pulau Kouri menawarkan pemandangan yang menenangkan serta pengalaman menikmati alam yang asri.

Kuliner Khas Okinawa yang Patut Dicoba

1. Goya Champuru

Masakan tumis khas Okinawa yang terbuat dari pare (goya), tahu, telur, dan daging babi. Goya champuru merupakan makanan rumahan yang umum dikonsumsi masyarakat Okinawa.

2. Soki Soba

Mie khas Okinawa dengan topping iga babi (soki). Mie yang tebal dan kuah ringan menjadikan soki soba sebagai salah satu hidangan favorit wisatawan.

3. Sata Andagi

Donat goreng khas Okinawa yang renyah di luar dan lembut di dalam. Cocok dijadikan camilan manis di sela perjalanan.

Festival dan Acara Musiman

Okinawa memiliki berbagai acara budaya, salah satunya adalah Eisa Festival. Festival ini digelar saat musim Obon untuk menghormati leluhur, dengan pertunjukan tari dan tabuhan genderang yang kuat dan meriah. Saat musim panas, Okinawa juga menggelar festival kembang api yang menarik banyak pengunjung.

Industri Utama di Okinawa

Pariwisata menjadi sektor utama di Okinawa. Prefektur ini banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Selain itu, pertanian juga berperan penting dengan hasil seperti tebu, nanas, dan mangga. Industri perikanan pun berkembang pesat berkat kekayaan laut di sekitar pulau.

Akses ke Okinawa dari Indonesia

Saat ini belum tersedia penerbangan langsung dari Jakarta atau Bali ke Bandara Naha. Namun, wisatawan dapat mencapai Okinawa melalui penerbangan transit di Tokyo (Narita atau Haneda), Osaka (Kansai), Taiwan, atau Hong Kong.

Waktu tempuh rata-rata sekitar 7 hingga 10 jam. Rute lanjutan dari kota besar di Jepang juga cukup banyak, sehingga Okinawa tetap mudah dijangkau.

Penutup

Okinawa menawarkan keindahan alam, kekayaan budaya yang berbeda, serta keramahan penduduk lokal. Bagi wisatawan Indonesia yang ingin merasakan sisi lain Jepang, Okinawa layak masuk dalam daftar tujuan berikutnya.

Tempat Wisata Okinawa Jepang Mirip Indonesia

Sumber : kompas.com