{"id":9351,"date":"2025-06-09T07:57:58","date_gmt":"2025-06-09T00:57:58","guid":{"rendered":"https:\/\/aichitrainingcenter.com\/?p=9351"},"modified":"2025-06-13T08:05:43","modified_gmt":"2025-06-13T01:05:43","slug":"apa-itu-aizuchi-tips-cara-respons-ketika-kerja-di-jepang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/aichitrainingcenter.com\/ja\/apa-itu-aizuchi-tips-cara-respons-ketika-kerja-di-jepang\/","title":{"rendered":"Apa Itu Aizuchi? Tips Cara Respons Ketika Kerja di Jepang"},"content":{"rendered":"<p><strong>Apa Itu Aizuchi? Tips Cara Respons Ketika <a href=\"https:\/\/aichitrainingcenter.com\/ja\/pengertian-horenso-dan-5s-dalam-budaya-kerja-di-jepang\/\">Kerja di Jepang<\/a><\/strong>. Pernah tidak kamu secara reflek mengangguk sambil bergumam \u201chm-hm\u201d saat mendengarkan orang ngomong? Di banyak budaya, itu tandanya kamu sedang menyimak. Tapi di Jepang, terutama dalam suasana formal atau profesional, respons semacam itu bisa bikin komunikasi jadi salah paham.<\/p>\n<p>Aizuchi (\u76f8\u69cc) adalah semacam isyarat verbal atau non-verbal yang digunakan dalam percakapan bahasa Jepang untuk menunjukkan bahwa pendengar sedang memperhatikan, memahami, dan aktif terlibat dalam percakapan. Aizuchi bukan berarti menyetujui sepenuhnya apa yang dikatakan pembicara, melainkan lebih sebagai konfirmasi bahwa Anda mengikuti alur pembicaraan.<\/p>\n<p>Dalam budaya Barat, terlalu sering menyela atau mengeluarkan suara saat orang lain berbicara mungkin dianggap tidak sopan. Namun, di Jepang, kurangnya aizuchi justru bisa diartikan sebagai Anda tidak mendengarkan, tidak tertarik, atau bahkan tidak memahami. Aizuchi adalah bagian integral dari komunikasi yang efektif dan sopan di Jepang.<\/p>\n<h2><strong>Apa Itu Aizuchi? Tips Cara Respons Ketika <a href=\"https:\/\/aichitrainingcenter.com\/ja\/pengertian-horenso-dan-5s-dalam-budaya-kerja-di-jepang\/\">Kerja di Jepang<\/a><\/strong><\/h2>\n<p>Aizuchi adalah respons verbal dan nonverbal seperti mengangguk, mengatakan &#8220;hai&#8221; (ya), atau &#8220;un&#8221; (hmm). Respons semacam ini menunjukkan bahwa kita menyimak dan menghargai lawan bicara.<\/p>\n<p>Dalam komunikasi sehari-hari di Jepang, aizuchi memegang peranan penting. Tapi kalau digunakan secara tidak tepat, aizuchi justru bisa menimbulkan salah paham, bahkan membuat suasana jadi canggung.<\/p>\n<h3 dir=\"ltr\"><strong>Apa Itu\u00a0<em dir=\"ltr\">Aizuchi<\/em>?<\/strong><\/h3>\n<p dir=\"ltr\">Dalam bahasa Jepang,\u00a0<em dir=\"ltr\">aizuchi<\/em> (\u3042\u3044\u3065\u3061) adalah respons lisan atau nonverbal dari pendengar. Bisa berupa anggukan atau ucapan singkat seperti \u3046\u3093 (<em dir=\"ltr\">un<\/em>), \u306f\u3044 (<em dir=\"ltr\">hai<\/em>), atau \u3048\u3048 (<em dir=\"ltr\">ee<\/em>) yang menunjukkan kamu mengikuti pembicaraan.<\/p>\n<p>Setiap ekspresi punya makna dan konteksnya sendiri:<\/p>\n<ul>\n<li>\n<p dir=\"ltr\"><em dir=\"ltr\">Hai\u00a0<\/em>(\u306f\u3044) \u2013 Formal dan sopan. Cocok dipakai di tempat kerja atau saat bicara dengan atasan.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p dir=\"ltr\"><em dir=\"ltr\">Un\u00a0<\/em>(\u3046\u3093) \u2013 Kasual. Umumnya dipakai ke teman atau keluarga.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p dir=\"ltr\"><em dir=\"ltr\">Ee\u00a0<\/em>(\u3048\u3048) \u2013 Netral. Bisa dipakai di situasi formal maupun santai.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>Contoh Aizuchi:<\/strong><\/h3>\n<p>Beberapa contoh aizuchi yang umum meliputi:<\/p>\n<p><strong>Verbal:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><strong>&#8220;Hai&#8221; (\u306f\u3044)<\/strong>: Ya (paling umum, tidak selalu berarti setuju, bisa juga &#8220;saya dengar&#8221;)<\/li>\n<li><strong>&#8220;Ee&#8221; (\u3048\u3048)<\/strong>: Ya (lebih kasual dari &#8220;hai&#8221;)<\/li>\n<li><strong>&#8220;Un&#8221; (\u3046\u3093)<\/strong>: Ya (sangat kasual, untuk teman dekat)<\/li>\n<li><strong>&#8220;Sou desu ka&#8221; (\u305d\u3046\u3067\u3059\u304b)<\/strong>: Begitukah? \/ Oh, begitu. (menunjukkan pemahaman atau sedikit terkejut)<\/li>\n<li><strong>&#8220;Naruhodo&#8221; (\u306a\u308b\u307b\u3069)<\/strong>: Saya mengerti \/ Oh, itu masuk akal.<\/li>\n<li><strong>&#8220;He~&#8221; (\u3078\uff5e)<\/strong>: Oh, wow! \/ Begitu ya! (menunjukkan ketertarikan atau kejutan ringan)<\/li>\n<li>&#8220;<strong>Wakarimasu&#8221; (\u308f\u304b\u308a\u307e\u3059)<\/strong>: Saya mengerti.<\/li>\n<li><strong>&#8220;Hontou desu ka?&#8221; (\u672c\u5f53\u3067\u3059\u304b\uff1f)<\/strong>: Benarkah? (menunjukkan sedikit keraguan atau ketidakpercayaan yang sopan)<\/li>\n<li><strong>&#8220;Gozaimasu&#8221; (\u3054\u3056\u3044\u307e\u3059)<\/strong>: Bentuk sopan dari &#8216;ada&#8217; atau &#8216;adalah&#8217; (digunakan dalam konteks tertentu untuk menunjukkan kesopanan dan perhatian).<\/li>\n<li><strong>Mengulang kata kunci<\/strong>: Misalnya, jika pembicara berkata &#8220;Saya pergi ke Hokkaido,&#8221; pendengar bisa membalas &#8220;Hokkaido, ya?&#8221; (\u5317\u6d77\u9053\u3067\u3059\u304b\uff1f &#8211; Hokkaido desu ka?) untuk menunjukkan bahwa mereka menangkap informasi tersebut.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Non-verbal:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><strong>Mengangguk-angguk<\/strong>: Ini adalah bentuk aizuchi non-verbal yang sangat umum.<\/li>\n<li><strong>Kontak mata yang sopan<\/strong>: Menjaga kontak mata yang sesuai juga menunjukkan perhatian.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Apa Itu Aizuchi? Tips Cara Respons Ketika <a href=\"https:\/\/aichitrainingcenter.com\/ja\/pengertian-horenso-dan-5s-dalam-budaya-kerja-di-jepang\/\">Kerja di Jepang<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Kenapa \u201cHm-hm\u201d Bisa Jadi Masalah?<\/h2>\n<p>Menurut panduan dari JETRO (Japan External Trade Organization), respons yang terlalu santai atau enggak jelas bisa bikin peluang kerja atau bisnis hilang begitu saja. Di lingkungan kerja di Tokyo, ucapan \u201chm-hm\u201d yang terdengar seperti\u00a0<em dir=\"ltr\">un<\/em> bisa dianggap terlalu akrab atau bahkan enggak sopan. Padahal, kamu mungkin cuma ingin menunjukkan kalau sedang menyimak.<\/p>\n<p>Berikut beberapa kesalahan umum dalam menggunakan <em>aizuchi<\/em>, serta tips untuk menghindarinya.<\/p>\n<h2>Kesalahan Menggunakan <em>Aizuchi<\/em><\/h2>\n<h3><strong>1. Tidak Menggunakan <em>Aizuchi <\/em>Sama Sekali<\/strong><\/h3>\n<p>Kalau kita tidak memberikan respons sama sekali saat orang Jepang berbicara, mereka bisa mengira kita tidak tertarik, bingung, atau tidak mendengarkan. Dalam budaya Jepang, pendengar yang aktif sangat dihargai. Tanpa <em>aizuchi<\/em>, pembicara bisa merasa diabaikan atau menganggap kita tidak sopan, meskipun sebenarnya kita hanya sedang fokus menyimak.<\/p>\n<h3><strong>2. Terlalu Sering Menggunakan <em>Aizuchi<\/em><\/strong><\/h3>\n<p><em>Aizuchi<\/em> memang berguna, tapi kalau terlalu sering dilakukan, justru bisa jadi masalah.<\/p>\n<p><strong>Mengganggu Alur Pembicaraan<\/strong><\/p>\n<p>Kalau terlalu sering menyela dengan &#8220;hai&#8221;, &#8220;sou desu ne&#8221; (oh begitu), atau anggukan tanpa henti, pembicara bisa kehilangan fokus. Alur pembicaraan jadi terputus-putus dan terasa tidak alami.<\/p>\n<p><strong>Terlihat Tidak Tulus<\/strong><\/p>\n<p>Kalau\u00a0<em>aizuchi <\/em>dilakukan secara otomatis dan berulang-ulang, kesannya jadi seperti basa-basi. Pembicara bisa merasa bahwa kita tidak benar-benar memperhatikan, walau sebenarnya kita hanya berusaha sopan.<\/p>\n<p><strong>Terburu-buru atau Menghentikan Pembicaraan<\/strong><\/p>\n<p>Terlalu sering memberikan respons juga bisa disalahartikan sebagai upaya untuk mempercepat percakapan atau mengakhiri topik. Dalam budaya Jepang yang menjunjung kesabaran dan ketenangan, hal ini bisa dianggap tidak sopan.<\/p>\n<h2><strong>3. <em>Aizuchi <\/em>yang Tidak Tepat Waktu<\/strong><\/h2>\n<p>Waktu sangat menentukan. Jika kita memberikan <em>aizuchi <\/em>saat pembicara belum selesai atau masih di tengah kalimat, hal itu bisa dianggap sebagai interupsi. Hal itu bisa mengganggu ritme alami percakapan dan membuat suasana jadi kurang nyaman.<\/p>\n<p><strong>Apa Itu Aizuchi? Tips Cara Respons Ketika <a href=\"https:\/\/aichitrainingcenter.com\/ja\/pengertian-horenso-dan-5s-dalam-budaya-kerja-di-jepang\/\">Kerja di Jepang<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Tips Komunikasi di Lingkungan Kerja<\/h2>\n<h3 dir=\"ltr\">1.\u00a0<em dir=\"ltr\">Aizuchi\u00a0<\/em>yang tepat<\/h3>\n<p dir=\"ltr\">Coba terapkan beberapa\u00a0<em dir=\"ltr\">aizuchi<\/em>\u00a0yang tepat supaya lebih aman saat mengobrol di tempat kerja di Jepang.<\/p>\n<ul>\n<li>\n<p dir=\"ltr\">\u300c\u306f\u3044\u3001\u308f\u304b\u308a\u307e\u3057\u305f\u300d (<em dir=\"ltr\">Hai, wakarimashita<\/em>) \/\u00a0\u201cYa, saya mengerti.\u201d \/ \u201cBaik, dipahami.\u201d<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p dir=\"ltr\">Obrolan santai:\u300c\u3048\u3048\u3001\u305d\u3046\u3067\u3059\u306d\u300d (<em dir=\"ltr\">Ee, s\u014d desu ne<\/em>) \/\u00a0\u201cIya, benar juga.\u201d \/ \u201cTepat banget.\u201d<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3>2. Coba latihan<\/h3>\n<p>Rekam suaramu sendiri dan ganti gumaman \u201chm-hm\u201d dengan ucapan \u201chai\u201d yang lembut.<\/p>\n<h3>3. Minta pendapat teman<\/h3>\n<p dir=\"ltr\">Tanyakan, \u201cTanggapanku tadi oke enggak?\u201d Ini menunjukkan bahwa kamu rendah hati dan punya\u00a0<em dir=\"ltr\">omoiyari<\/em> (empati) dalam komunikasi. Sesuaikan\u00a0<em dir=\"ltr\">aizuchi<\/em> sesuai situasi untuk mengobrol santai, rapat kerja, atau diskusi formal. Hal itu menunjukkan sikap hormat, membangun kepercayaan, dan menghindari kesalahpahaman yang enggak perlu.<\/p>\n<h2>Tips Menggunakan <em>Aizuchi<\/em><\/h2>\n<h3><strong>1. Dengarkan Dulu dengan Sungguh-Sungguh<\/strong><\/h3>\n<p>Sebelum memberikan respons, pastikan kita sudah memahami isi pembicaraan. Dengan begitu, <em>aizuchi <\/em>yang kita berikan jadi lebih tepat dan bermakna.<\/p>\n<h3><strong>2. Sesuaikan dengan Situasi<\/strong><\/h3>\n<p>Gunakan gaya <em>aizuchi <\/em>yang sesuai dengan konteks pembicaraan.<\/p>\n<p>Saat situasi formal atau profesional, gunakan frasa seperti <em data-start=\"164\" data-end=\"179\">\u201csou desu ne\u201d<\/em> (oh begitu), <em data-start=\"193\" data-end=\"205\">\u201cnaruhodo\u201d<\/em> (saya mengerti), atau <em data-start=\"228\" data-end=\"245\">\u201cwakarimashita\u201d<\/em> (saya paham).<\/p>\n<p>Sementara itu, untuk percakapan santai, cukup gunakan <em data-start=\"317\" data-end=\"324\">\u201chai\u201d<\/em> atau <em data-start=\"330\" data-end=\"336\">\u201cun\u201d<\/em> sebagai bentuk respons yang ringan dan akrab.<\/p>\n<h3><strong>3. Pilih Waktu yang Tepat<\/strong><\/h3>\n<p>Tunggu jeda alami atau saat lawan bicara menekankan suatu hal. Hindari menyela di tengah kalimat, karena bisa mengganggu alur bicara.<\/p>\n<p><strong>4. Jangan Terlalu Sering<\/strong><\/p>\n<p>Gunakan <em>aizuchi <\/em>seperlunya saja. Hindari mengulang frasa atau gerakan yang sama secara berlebihan, agar respons kita terasa tulus dan tidak dibuat-buat.<\/p>\n<p><strong>5. Tunjukkan Pemahaman yang Nyata<\/strong><\/p>\n<p>Daripada hanya mengangguk atau berkata &#8220;hai&#8221;, cobalah mengulangi atau menyimpulkan isi pembicaraan. Misalnya:<\/p>\n<ul>\n<li>\u201cJadi maksudnya&#8230;\u201d<\/li>\n<li>\u201cOh, berarti itu artinya&#8230;\u201d<\/li>\n<\/ul>\n<p>Respons semacam ini menunjukkan bahwa kita benar-benar menyimak dan memahami isi pembicaraan.<\/p>\n<h2><strong>Kenapa <em>Aizuchi <\/em>Itu Penting?<\/strong><\/h2>\n<p><em>Aizuchi <\/em>memang terlihat sepele, tapi sangat penting dalam komunikasi di Jepang. Penggunaan yang tepat bisa memperlancar percakapan, menunjukkan rasa hormat, dan mempererat hubungan.<\/p>\n<p>Sebaliknya, <em>aizuchi <\/em>yang terlalu sedikit, terlalu banyak, atau tidak tepat waktu justru bisa merusak suasana. Pahami cara menggunakan <em>aizuchi <\/em>yang baik supaya kita bisa tampil lebih percaya diri saat berbicara dengan orang Jepang dan meninggalkan kesan positif.<\/p>\n<h3><strong>Manfaat Aizuchi<\/strong><\/h3>\n<p>Penggunaan aizuchi yang tepat memiliki beberapa manfaat penting dalam percakapan:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Menunjukkan Perhatian dan Keterlibatan<\/strong>: Ini adalah fungsi utamanya. Aizuchi meyakinkan pembicara bahwa Anda aktif mendengarkan dan tidak hanya melamun.<\/li>\n<li><strong>Mendorong Pembicara untuk Lanjutkan<\/strong>: Ketika pembicara menerima aizuchi, mereka merasa didengarkan dan didorong untuk melanjutkan apa yang mereka katakan. Ini menciptakan aliran percakapan yang lebih lancar.<\/li>\n<li><strong>Memperjelas Pemahaman<\/strong>: Beberapa aizuchi, seperti &#8220;Sou desu ka?&#8221; atau &#8220;Naruhodo,&#8221; secara spesifik menunjukkan bahwa Anda telah memproses informasi. Jika ada kesalahpahaman, ini bisa menjadi titik untuk klarifikasi.<\/li>\n<li><strong>Membangun Hubungan<\/strong>: Dengan menunjukkan rasa hormat dan perhatian melalui aizuchi, Anda membangun rapport dan memperkuat hubungan interpersonal dengan pembicara. Ini sangat penting dalam konteks sosial maupun profesional di Jepang.<\/li>\n<li><strong>Menghindari Kesalahpahaman (dari sisi pembicara)<\/strong>: Jika tidak ada aizuchi, pembicara mungkin berpikir Anda tidak mengerti, tidak tertarik, atau bahkan tidak setuju, yang bisa menyebabkan kegugupan atau frustrasi.<\/li>\n<li><strong>Mempertahankan Keharmonisan Sosial<\/strong>: Dalam budaya yang menghargai harmoni (\u548c &#8211; wa), aizuchi berkontribusi pada suasana percakapan yang positif dan tidak tegang.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>Cara Penyampaian Aizuchi<\/strong><\/h3>\n<p>Penyampaian aizuchi yang efektif membutuhkan kepekaan terhadap konteks dan lawan bicara:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Gunakan Secara Berpola, Bukan Acak<\/strong>: Jangan hanya mengucapkan &#8220;hai&#8221; atau &#8220;un&#8221; secara terus-menerus. Sesuaikan aizuchi dengan ritme percakapan dan poin-poin penting yang disampaikan pembicara. Misalnya, gunakan &#8220;sou desu ka&#8221; saat ada informasi baru yang menarik, atau &#8220;naruhodo&#8221; saat pembicara menjelaskan sesuatu yang Anda akhirnya pahami.<\/li>\n<li><strong>Variasikan Aizuchi Anda<\/strong>: Jangan terpaku pada satu atau dua jenis aizuchi saja. Gunakan berbagai macam aizuchi (verbal dan non-verbal) agar terdengar alami dan tidak monoton.<\/li>\n<li>Perhatikan Tingkat Formalitas:\n<p>&#8211; <strong>Situasi Formal\/Bisnis<\/strong>: Gunakan &#8220;hai&#8221;, &#8220;ee&#8221;, &#8220;sou desu ka&#8221;, &#8220;naruhodo&#8221;, dan anggukan. Hindari &#8220;un&#8221;.<br \/>\n&#8211; <strong>Situasi Kasual\/Teman Dekat<\/strong>: Bisa menggunakan &#8220;un&#8221;, &#8220;hee&#8221;, dan mengulang kata kunci.<\/li>\n<li><strong>Gabungkan dengan Bahasa Tubuh<\/strong>: Seringkali, aizuchi verbal diikuti dengan anggukan kepala. Anggukan kepala saja juga bisa menjadi aizuchi non-verbal yang efektif.<\/li>\n<li><strong>Jangan Terlalu Sering atau Terlalu Jarang<\/strong>: Ini adalah kunci. Terlalu banyak aizuchi bisa terdengar mengganggu atau palsu. Terlalu sedikit bisa membuat pembicara merasa diabaikan. Latih pendengaran dan observasi Anda untuk merasakan kapan waktu yang tepat. Biasanya, aizuchi disampaikan di jeda-jeda alami dalam kalimat pembicara, atau ketika mereka selesai menyampaikan satu ide.<\/li>\n<li><strong>Ekspresi Wajah<\/strong>: Tunjukkan ekspresi wajah yang sesuai dengan isi pembicaraan. Jika pembicara menceritakan sesuatu yang sedih, ekspresi wajah Anda harus menunjukkan empati.<\/li>\n<li><strong>Hindari Memotong Pembicaraan<\/strong>: Aizuchi dilakukan saat pembicara berbicara, bukan untuk mengambil alih pembicaraan. Mereka adalah respons singkat yang memungkinkan pembicara melanjutkan kalimatnya.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Menguasai aizuchi adalah langkah penting dalam memahami dan berpartisipasi secara efektif dalam komunikasi berbahasa Jepang. Ini menunjukkan rasa hormat, perhatian, dan kemampuan Anda untuk berinteraksi dalam konteks budaya Jepang.<\/p>\n<p><strong>Apa Itu Aizuchi? Tips Cara Respons Ketika <a href=\"https:\/\/aichitrainingcenter.com\/ja\/pengertian-horenso-dan-5s-dalam-budaya-kerja-di-jepang\/\">Kerja di Jepang<\/a><\/strong><\/p>\n<p><em>Sumber:<\/em><\/p>\n<ul>\n<li>\n<p dir=\"ltr\"><em>JETRO (https:\/\/www.jetro.go.jp\/ext_images\/canada\/pdfs\/communicationwithjapanese.pdf)<\/em><\/p>\n<\/li>\n<\/ul>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa Itu Aizuchi? Tips Cara Respons Ketika Kerja di Jepang. Pernah tidak kamu secara reflek mengangguk sambil bergumam \u201chm-hm\u201d saat mendengarkan orang ngomong? Di banyak budaya, itu tandanya kamu sedang menyimak. Tapi di Jepang, terutama dalam suasana formal atau profesional, respons semacam itu bisa bikin komunikasi jadi salah paham. Aizuchi (\u76f8\u69cc) adalah semacam isyarat verbal atau non-verbal yang digunakan dalam percakapan bahasa Jepang untuk menunjukkan bahwa pendengar sedang memperhatikan, memahami, dan aktif terlibat dalam percakapan. Aizuchi bukan berarti menyetujui sepenuhnya apa yang dikatakan pembicara, melainkan lebih sebagai konfirmasi bahwa Anda mengikuti alur pembicaraan. Dalam budaya Barat, terlalu sering menyela atau mengeluarkan suara saat orang lain berbicara mungkin dianggap tidak sopan. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9352,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1,105],"tags":[628,629,630,632,631],"class_list":["post-9351","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-pekerjaan","tag-apa-itu-aizuchi","tag-cara-respon-kerja-di-jepang","tag-kenapa-aizuchi-itu-penting","tag-kesalahan-menggunakan-aizuchi","tag-tips-menggunakan-aizuchi"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/aichitrainingcenter.com\/ja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9351","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/aichitrainingcenter.com\/ja\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/aichitrainingcenter.com\/ja\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aichitrainingcenter.com\/ja\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aichitrainingcenter.com\/ja\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9351"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/aichitrainingcenter.com\/ja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9351\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aichitrainingcenter.com\/ja\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9352"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/aichitrainingcenter.com\/ja\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9351"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/aichitrainingcenter.com\/ja\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9351"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/aichitrainingcenter.com\/ja\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9351"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}