Mengenal Budaya Kerja Horenso di Jepang yang Tak Umum di Indonesia

執筆者 | 7月 11, 2025 | 記事, Pekerjaan | コメント0件

mengenal budaya kerja horenso di jepang, mengenal budaya kerja horenso, budaya kerja horenso di jepang, budaya kerja horenso, horenso

Mengenal Budaya Kerja Horenso di Jepang yang Tak Umum di Indonesia. Budaya Horenso adalah konsep budaya kerja di Jepang yang merupakan singkatan dari Houkoku (laporan), Renraku (komunikasi/informasi), dan Soudan (konsultasi). Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi kerja, mempercepat pencapaian target, meminimalkan kesalahan komunikasi, serta membangun koordinasi dan keharmonisan antar anggota tim melalui alur komunikasi yang jelas dan terstruktur.

Secara harfiah, Horenso adalah sebuah metode komunikasi yang terstruktur dan teratur. Ini merupakan etos kerja di mana setiap individu diwajibkan untuk secara proaktif memberikan informasi, melaporkan perkembangan pekerjaan, dan berkonsultasi dengan rekan kerja atau atasan. Tujuannya adalah untuk memastikan semua anggota tim berada pada pemahaman yang sama dan dapat bekerja secara efisien.

Mengenal Budaya Kerja Horenso di Jepang yang Tak Umum di Indonesia

Pengertian Budaya Horenso di Jepang

Budaya Horenso (報・連・相) adalah singkatan dari tiga kata dalam bahasa Jepang yang sangat fundamental dalam lingkungan kerja:

  • Hōkoku (報告): Melaporkan
  • Renraku (連絡): Menghubungi/berkomunikasi
  • Sōdan (相談): Berkonsultasi

Bekerja di Jepang bukan hanya soal menyesuaikan diri dengan budaya baru, melainkan juga soal mempelajari pola komunikasi yang berbeda.

Salah satu pengalaman yang benar-benar mengubah cara berpikir Rizki Permatasari (42) adalah saat ia bersentuhan langsung dengan konsep komunikasi kerja yang dikenal sebagai Horenso.


Lulusan D3 Bahasa Jepang Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) LIA Jakarta pada 2007 itu telah berkecimpung dalam dunia Human Resource Development (HRD) selama sekitar 10 tahun.

Seiring berjalannya waktu, ia semakin memahami cara menerapkan Horenso.

Karyawan Harus Berani Berpendapat

Pada dasarnya, Horenso adalah singkatan dari hokoku (laporan), renraku (menghubungi), dan sodan (konsultasi).

Di Jepang, Horenso jadi kunci komunikasi antara bawahan dan atasan. Namun menurut Rizki, bagian paling menantang justru ada pada aspek konsultasi.

“Nah, yang paling pentingnya itu adalah sodan itu tadi. Bukan cuma sekedar hokoku sama renraku aja, tapi prosesnya, proses pekerjaannya itu seperti apa, dan kita berfikirnya itu seperti apa,” jelas Rizki ketika dihubungi Ohayo Jepang, (8/7/2025).

Menurut Rizki, kultur komunikasi di perusahaan properti tempatnya bekerja adalah bottom-up. Bawahan harus aktif diskusi dan konsultasi kepada atasan.

Menurut Rizki, di perusahaannya, setiap bawahan diharapkan bisa berinisiatif dan tidak hanya menunggu perintah dari atasan.

Budaya di tempat kerjanya memang menuntut setiap orang, termasuk staf junior, untuk berani menyampaikan pendapat atau rencana sendiri.

Baca :  Apa itu Heatstroke di Jepang? Aturan Baru Perusahaan Jepang Cegah Heatstroke

Jika pemikiran seorang bawahan sudah sesuai dengan tujuan perusahaan, maka atasan biasanya akan langsung menyetujui.

Namun jika ada perbedaan, hal itu akan dikonfirmasi dan didiskusikan bersama lebih lanjut.

Ia menambahkan, konsultasi yang dilakukan juga harus jelas dan tidak memakan waktu terlalu lama.

Setiap rencana harus ada batas waktunya dan disampaikan dengan jelas.

Menurut Rizki, inilah yang sering belum dipahami oleh banyak pekerja Indonesia, karena mereka terbiasa takut menyampaikan pendapat sendiri kepada atasan.

Dalam praktiknya, Rizki butuh waktu sekitar dua hingga tiga tahun untuk benar-benar memahami dan menjalani Horenso dengan tepat.

Prosesnya penuh trial and error, dengan banyak koreksi dari atasan.

“Awalnya tidak ada yang benar-benar mengajari formulanya. Saya sambil menjalani, sambil melihat, sambil diingatkan kalau ada yang keliru. Lama-lama mulai terbiasa,” ujar lulusan Hakuho Women’s College pada 2010 ini.

Mengenal Budaya Kerja Horenso di Jepang yang Tak Umum di Indonesia

Apa Manfaat Budaya Horenso?

Penerapan Horenso membawa banyak manfaat, baik bagi individu maupun organisasi:

  • Pencegahan Masalah: Dengan melaporkan setiap perkembangan, masalah kecil dapat terdeteksi sejak dini sebelum berkembang menjadi masalah besar.
  • Meningkatkan Efisiensi: Komunikasi yang lancar mengurangi kesalahpahaman. Setiap orang tahu tugasnya dan bisa mengambil keputusan dengan lebih cepat.
  • Membangun Kepercayaan: Melaporkan dan berkonsultasi secara jujur akan membangun kepercayaan antara atasan dan bawahan, serta antar sesama rekan kerja.
  • Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik: Atasan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dan strategis karena memiliki informasi yang lengkap dan up-to-date.
  • Menciptakan Lingkungan Kerja yang Solid: Budaya berbagi informasi membuat semua anggota tim merasa dilibatkan dan bertanggung jawab.

Horenso untuk Melindungi Karyawan

Sekarang, Rizki menularkan kebiasaan Horenso pada bawahannya, terutama staf baru dari Indonesia yang masih belum terbiasa dengan budaya kerja Jepang.

Ia masih harus melakukan micromanagement di tahap awal agar mereka benar-benar paham pentingnya inisiatif dan konsultasi, bukan sekadar menunggu perintah.

“Saya selalu bilang, setelah menyelesaikan tugas, segera kabari, lalu pikirkan langkah selanjutnya. Jangan tunggu disuruh. Kalau ada ide atau pertanyaan, konsultasikan dulu sebelum melangkah,” jelasnya.

Bagi Rizki, Horenso bukan sekadar alat komunikasi atau kontrol pekerjaan, melainkan bentuk perlindungan untuk bawahan.

Jika staf sudah rutin berkonsultasi sebelum bertindak, risiko kesalahan dibagi bersama atasan.

Baca :  Tips Cari Kerja Kantoran di Jepang untuk Orang Indonesia

“Kalau sudah konsultasi tapi ternyata langkahnya salah, ya itu tanggung jawab atasan. Jadi, sebenarnya Horenso melindungi bawahan juga,” kata Rizki lagi.

Di lingkungan kerjanya, Horenso tidak cukup dilakukan dalam pertemuan mingguan.

Apalagi saat mengerjakan proyek besar, Horenso dilakukan setiap hari atau bahkan dua hari sekali.

Dengan cara ini, atasan bisa memantau progres dan beban kerja staf secara lebih adil.

Tidak ada staf yang mendapat beban terlalu berat sementara yang lain lebih ringan.

“Lewat Horenso, kita bisa lebih paham siapa yang sedang overload dan bisa minta atasan membagi pekerjaan ke staf lain,” tambahnya.

Proses membiasakan diri dengan Horenso memang tidak instan. Namun, menurut Rizki, semakin sering dilakukan, manfaatnya makin terasa.

Ia berharap para pekerja Indonesia di Jepang mau beradaptasi dan tidak takut melakukan konsultasi.

“Jangan takut mengajukan ide. Jangan takut dikira salah. Horenso itu bukan buat mencari kesalahan, tapi justru untuk melindungi dan memastikan pekerjaan berjalan sesuai tujuan bersama,” pungkas Rizki.

Bagaimana Cara Melakukan Budaya Horenso?

Menerapkan Horenso dalam praktik sehari-hari memerlukan pemahaman tentang tiga elemen utamanya:

1. Hōkoku (Melaporkan)

Melaporkan adalah proses penyampaian hasil atau kemajuan pekerjaan kepada atasan atau pihak terkait. Lakukan ini dengan:

  • Tepat Waktu: Segera laporkan kemajuan atau masalah, baik yang baik maupun yang buruk.
  • Fakta yang Jelas: Sampaikan laporan dengan data dan fakta yang akurat, bukan sekadar opini.
  • Ringkas dan Padat: Sampaikan inti laporan secara langsung, tanpa bertele-tele.

2. Renraku (Menghubungi/Berkomunikasi)

Renraku adalah berbagi informasi yang bersifat umum atau informal, seperti pengumuman, jadwal, atau kabar penting lainnya yang relevan bagi tim. Kunci dari Renraku adalah:

  • Informasi yang Akurat: Sampaikan informasi yang benar, jangan mengarang.
  • Segera Berbagi: Bagikan informasi secepatnya kepada semua orang yang membutuhkannya.
  • Saluran yang Tepat: Gunakan media komunikasi yang paling sesuai, seperti email, pesan singkat, atau percakapan langsung.

3. Sōdan (Berkonsultasi)

Sōdan adalah meminta saran atau pendapat dari atasan atau rekan kerja saat menghadapi masalah atau merasa tidak yakin. Ini menunjukkan bahwa Anda menghargai masukan orang lain. Kuncinya adalah:

  • Bersikap Terbuka: Jelaskan masalah secara jujur dan terbuka, lalu dengarkan saran yang diberikan.
  • Siapkan Pilihan: Sebelum berkonsultasi, siapkan beberapa opsi solusi sebagai bahan diskusi.
  • Tujuan yang Jelas: Sampaikan tujuan konsultasi Anda, apakah untuk meminta persetujuan, solusi, atau hanya pendapat.
Baca :  Usia Ideal Menjadi Perawat Lansia (Caregiver) di Jepang dari Indonesia

LPK Kerja di Jepang – Lembaga Pelatihan Kerja Magang Resmi – Aichi Training Center (ATC)

Aichi Training Center (ATC) adalah lembaga terkemuka yang berfokus pada pendidikan, pelatihan tenaga kerja, dan program belajar di Jepang. Didirikan pada tahun 2014 dan resmi beroperasi sejak 2 Juli 2018, ATC telah membangun reputasi sebagai pusat pelatihan dan rekrutmen terpercaya. Kami bekerja sama dengan banyak perusahaan dan institusi di Jepang untuk memastikan peserta dari Indonesia mendapatkan peluang terbaik dalam karier dan pendidikan di Jepang.

Pada Februari 2022, kami memulai operasi skala penuh sebagai organisasi pengirim di Indonesia. Nur Komariah sebagai Direktur, dan staf saat ini terdiri dari 10 orang di bagian pendidikan dan 10 orang di bagian dokumen. Memulai keberangkatan pada Maret 2022, dan per Desember ada sekitar 600 trainee praktek kerja yang berada di Jepang.

Bidang pekerjaan terkait dengan konstruksi (30%), pertanian (20%), pengolahan makanan (20%), dan (30%) lainnya di berbagai bidang seperti mesin dan logam, cetakan plastik, pengecatan, pembersihan bangunan dll. Perusahaan kami secara khusus berfokus pada pengembangan karakter trainee praktek kerja, dan hanya fokus memberikan pengetahuan untuk bekerja di Jepang.

Kami memastikan setiap peserta mendapatkan pelatihan intensif bahasa Jepang agar memenuhi standar perusahaan atau institusi yang dituju. Selain itu, kami membekali mereka dengan pelatihan keterampilan, orientasi budaya, serta pengembangan karakter agar siap menghadapi dunia kerja dan pendidikan di Jepang.

Program LPK Aichi Training Center (ATC)

  1. 技能実習生
  2. 特定技能
  3. エンジニア
  4. 介護

Hubungi Kami :

ALAMAT INDONESIA
Jl. Raya Pulo Mangga No.53, RT.02/RW.05, Grogol, Kec. Limo, Kota Depok, Jawa Barat 16512

Contact Info
info@aichitrainingcenter.com
+6281398000380

日本事務所 – ALAMAT JEPANG
〒465-0012
愛知県名古屋市名東区文教台2-508D
ATC合同会社

Contact Info
info@aichitrainingcenter.com
052-710-7461
Fax: 052-710-7463


Indeks Artikel

Artikel Berita Terbaru

Written by

Related Posts

0コメント

コメントを提出

メールアドレスが公開されることはありません。 が付いている欄は必須項目です