Apa itu Heatstroke di Jepang? Aturan Baru Perusahaan Jepang Cegah Heatstroke

執筆者 | 7月 9, 2025 | 記事, Pekerjaan | コメント0件

Apa itu Heatstroke di Jepang? Aturan Baru Perusahaan Jepang Cegah Heatstroke

Apa itu Heatstroke di Jepang? Aturan Baru Perusahaan Jepang Cegah Heatstroke. Aturan ini mulai berlaku sejak 1 Juni 2025 sebagai respons atas terus meningkatnya jumlah kematian akibat panas ekstrem dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah Jepang resmi memberlakukan aturan baru yang mewajibkan perusahaan melindungi karyawan dari risiko heatstroke atau sengatan panas. Menurut Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang, perusahaan yang mengabaikan aturan ini bisa dikenai sanksi berat.

Melansir Kyodo News (13/7/2025), hukuman yang diterapkan mencakup penjara hingga enam bulan atau denda maksimal 500.000 yen (sekitar Rp 56 juta). Langkah ini diambil setelah penyelidikan menemukan bahwa banyak kasus kematian terjadi karena gejala heatstroke terlambat terdeteksi dan penanganannya tidak memadai.

Apa itu Heatstroke di Jepang? Aturan Baru Perusahaan Jepang Cegah Heatstroke

Apa itu Heatstroke di Jepang?

Heatstroke (熱中症, nechūshō) adalah kondisi serius yang disebabkan oleh paparan panas ekstrem, di mana suhu tubuh meningkat secara drastis hingga lebih dari 40°C. Kondisi ini dapat menyebabkan kegagalan organ dan berpotensi mengancam nyawa.

Di Jepang, heatstroke menjadi masalah kesehatan yang signifikan, terutama selama musim panas (natsu) yang berlangsung dari bulan Juni hingga September. Suhu tinggi disertai kelembapan udara yang ekstrem membuat tubuh sulit mendinginkan diri melalui keringat, sehingga risiko heatstroke meningkat tajam.

Kondisi ini umumnya terjadi pada orang yang melakukan aktivitas fisik berat di luar ruangan, lansia, dan anak-anak. Namun, siapa pun bisa mengalami heatstroke, bahkan saat berada di dalam ruangan yang kurang ventilasi.


Aturan Baru untuk Lindungi Pekerja

Dalam aturan yang telah direvisi, perusahaan wajib mengambil langkah perlindungan untuk pekerja yang bertugas selama 60 menit tanpa jeda atau selama empat jam sehari pada suhu di atas 31 derajat Celsius.

Ketentuan ini juga berlaku jika suhu mencapai 28 derajat Celsius atau lebih menurut Wet Bulb Globe Temperature, yaitu indeks panas global yang memperhitungkan kelembapan dan faktor lainnya.

Setiap tempat kerja harus menunjuk seorang penanggung jawab untuk melaporkan dugaan kasus heatstroke di antara karyawan.

Baca :  Kerja Resmi di Jepang Lewat Jalur BP2MI: Panduan Lengkap Dokumen, Biaya & Durasi

Selain itu, perusahaan juga wajib menyiapkan prosedur darurat untuk mencegah gejala memburuk, seperti menghentikan pekerjaan, mendinginkan tubuh pekerja, dan segera memberikan bantuan medis.

Para pemberi kerja juga diharuskan menyosialisasikan prosedur ini kepada seluruh staf agar semua pihak memahami langkah yang harus diambil.

Langkah-langkah ini diharapkan bisa mengurangi risiko fatal, mengingat sering kali heatstroke baru terdeteksi ketika kondisi sudah parah.

Apa itu Heatstroke di Jepang? Aturan Baru Perusahaan Jepang Cegah Heatstroke

Heatstroke Jadi Ancaman Serius di Jepang

Sepanjang 2024, tercatat 31 pekerja meninggal akibat heatstroke. Ini menjadi tahun ketiga berturut-turut di mana angka kematian melewati 30 kasus.

Tidak hanya itu, Jepang juga mencatat rekor sebagai salah satu musim panas terpanas sejak pengumpulan data dimulai pada 1898.

Data dari kementerian menunjukkan total korban meninggal dan luka-luka akibat heatstroke di tempat kerja pada 2024 mencapai 1.257 kasus, tertinggi sepanjang sejarah.

Analisis terhadap 103 kasus kematian antara 2020 hingga 2023 mengungkap bahwa 70 persen korban bekerja di luar ruangan.

Selain itu, sebanyak 78 kasus disebabkan keterlambatan dalam mendeteksi gejala, sedangkan 41 kasus terjadi karena penanganan yang kurang memadai.

Pencegahan Heatstroke Penting

Taku Furukawa, pengacara yang berpengalaman dalam kasus kompensasi heatstroke di tempat kerja, mengingatkan bahwa upaya pencegahan seharusnya jadi perhatian utama.

Menurutnya, perusahaan tidak cukup hanya memantau suhu atau menghitung durasi kerja, tapi juga harus mempertimbangkan seberapa berat beban fisik yang ditanggung pekerja.

Furukawa menekankan bahwa sering kali heatstroke baru disadari ketika sudah terlambat.

Ia menilai aturan baru ini masih kurang memberi ruang untuk upaya pencegahan, misalnya dengan mengurangi paparan panas atau menyesuaikan jam kerja agar lebih fleksibel.

Baginya, mencegah lebih baik daripada sekadar menangani saat gejala sudah muncul.

Perusahaan diharapkan makin sadar bahwa melindungi kesehatan pekerja bukan hanya soal mematuhi hukum, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral.

Keselamatan pekerja harus jadi prioritas bersama, terutama di tengah tantangan iklim yang semakin ekstrem.

Baca :  Usia Ideal Menjadi Perawat Lansia (Caregiver) di Jepang dari Indonesia

Apa itu Heatstroke di Jepang? Aturan Baru Perusahaan Jepang Cegah Heatstroke

Bagaimana Mencegah Heatstroke di Jepang?

Mencegah heatstroke saat berada di Jepang sangat penting. Berikut adalah beberapa langkah efektif yang bisa Anda terapkan:

1. Hidrasi yang Cukup Minumlah air secara rutin, bahkan sebelum Anda merasa haus. Hindari minuman beralkohol dan kafein karena dapat menyebabkan dehidrasi. Air mineral dan minuman ion (pocari sweat) sangat dianjurkan untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang.

2. Kenakan Pakaian yang Tepat Pilih pakaian yang tipis, berwarna terang, dan longgar. Bahan katun atau linen sangat baik karena memungkinkan kulit bernapas.

3. Hindari Aktivitas Berat di Jam Puncak Cobalah untuk menghindari kegiatan fisik atau olahraga di luar ruangan antara pukul 10 pagi hingga 4 sore, karena pada jam tersebut suhu udara mencapai puncaknya. Jika harus beraktivitas, lakukan istirahat secara berkala di tempat teduh.

4. Manfaatkan Pendingin Ruangan Gunakan air conditioner (AC) atau kipas angin saat berada di dalam ruangan. Jangan ragu untuk masuk ke pusat perbelanjaan atau convenience store (konbini) jika merasa kepanasan di luar.

5. Konsumsi Makanan dan Minuman Dingin Sering-seringlah makan buah-buahan atau es krim. Minum teh dingin atau sup dingin (hiyajiru) juga bisa membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil.

6. Kenali Gejala Dini Jangan abaikan gejala-gejala awal seperti pusing, sakit kepala, mual, kelelahan berlebihan, dan kram otot. Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami gejala-gejala ini, segera pindah ke tempat yang lebih dingin, minum air, dan gunakan kompres dingin.

Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, Anda dapat menikmati liburan atau aktivitas di Jepang selama musim panas dengan lebih aman dan nyaman.

Apa itu Heatstroke di Jepang? Aturan Baru Perusahaan Jepang Cegah Heatstroke

LPK Kerja di Jepang – Lembaga Pelatihan Kerja Magang Resmi – Aichi Training Center (ATC)

Aichi Training Center (ATC) adalah lembaga terkemuka yang berfokus pada pendidikan, pelatihan tenaga kerja, dan program belajar di Jepang. Didirikan pada tahun 2014 dan resmi beroperasi sejak 2 Juli 2018, ATC telah membangun reputasi sebagai pusat pelatihan dan rekrutmen terpercaya. Kami bekerja sama dengan banyak perusahaan dan institusi di Jepang untuk memastikan peserta dari Indonesia mendapatkan peluang terbaik dalam karier dan pendidikan di Jepang.

Baca :  Bagaimana Cara Jadi Perawat Lansia di Jepang? Peluang Khusus untuk Perempuan

Pada Februari 2022, kami memulai operasi skala penuh sebagai organisasi pengirim di Indonesia. Nur Komariah sebagai Direktur, dan staf saat ini terdiri dari 10 orang di bagian pendidikan dan 10 orang di bagian dokumen. Memulai keberangkatan pada Maret 2022, dan per Desember ada sekitar 600 trainee praktek kerja yang berada di Jepang.

Bidang pekerjaan terkait dengan konstruksi (30%), pertanian (20%), pengolahan makanan (20%), dan (30%) lainnya di berbagai bidang seperti mesin dan logam, cetakan plastik, pengecatan, pembersihan bangunan dll. Perusahaan kami secara khusus berfokus pada pengembangan karakter trainee praktek kerja, dan hanya fokus memberikan pengetahuan untuk bekerja di Jepang.

Kami memastikan setiap peserta mendapatkan pelatihan intensif bahasa Jepang agar memenuhi standar perusahaan atau institusi yang dituju. Selain itu, kami membekali mereka dengan pelatihan keterampilan, orientasi budaya, serta pengembangan karakter agar siap menghadapi dunia kerja dan pendidikan di Jepang.

Program LPK Aichi Training Center (ATC)

  1. 技能実習生
  2. 特定技能
  3. エンジニア
  4. 介護

Hubungi Kami :

ALAMAT INDONESIA
Jl. Raya Pulo Mangga No.53, RT.02/RW.05, Grogol, Kec. Limo, Kota Depok, Jawa Barat 16512

Contact Info
info@aichitrainingcenter.com
+6281398000380

日本事務所 – ALAMAT JEPANG
〒465-0012
愛知県名古屋市名東区文教台2-508D
ATC合同会社

Contact Info
info@aichitrainingcenter.com
052-710-7461
Fax: 052-710-7463

 


Indeks Artikel

Artikel Berita Terbaru

Written by

Related Posts

0コメント

コメントを提出

メールアドレスが公開されることはありません。 が付いている欄は必須項目です