Program Magang Berbasis Riset Teknologi di Jepang, APLU Summer Internship Fully Funded 2025

Program Magang Berbasis Riset Teknologi di Jepang, APLU Summer Internship Fully Funded 2025

Program Magang Berbasis Riset Teknologi di Jepang, APLU Summer Internship Fully Funded 2025. Program APLU Summer Internship 2025 kembali hadir membuka peluang emas bagi mahasiswa S1 dan S2 yang ingin memperluas wawasan akademik, memperdalam keahlian riset, dan membangun jejaring global. Kesempatan ini terbuka bagi kamu yang ingin menjadikan musim panas ini sebagai pijakan penting menuju masa depan profesional yang lebih gemilang.

Bayangkan menghabiskan musim panasmu di Jepang, bukan untuk liburan biasa, tetapi untuk pengalaman magang riset internasional yang sepenuhnya dibiayai. Selama 8-12 minggu, kamu akan bergabung dalam proyek-proyek teknologi dan ilmiah di universitas serta laboratorium ternama di Jepang tanpa perlu memikirkan biaya perjalanan, akomodasi, hingga asuransi.

Program Magang Berbasis Riset Teknologi di Jepang, APLU Summer Internship Fully Funded 2025

Dalam artikel kali ini kami akan memberikan informasi penting secara lengkap dan mendalam seputar peluang magang riset ke jepang gratis lewat program APLU 2025.

Peluang emas terbuka bagi mahasiswa Indonesia! APLU Summer Internship 2025 resmi membuka pendaftaran untuk program magang berbasis riset dan teknologi di Jepang—tanpa biaya sepeser pun.

Program ini memberi kesempatan kepada mahasiswa S1 dan S2 dari berbagai negara untuk bergabung dalam proyek riset di universitas dan laboratorium terkemuka Jepang, selama 8–12 minggu pada musim panas (Juni–Agustus 2025).

Informasi Lengkap Magang Riset ke Jepang Gratis via APLU Summer Internship 2025

Program APLU Summer Internship adalah inisiatif dari Association of Pacific Rim Universities (APLU) yang dirancang untuk memfasilitasi mahasiswa S1 dan S2 global agar dapat berpartisipasi dalam magang riset di universitas dan laboratorium terkemuka di Jepang.

Program ini mencakup berbagai bidang, mulai dari teknologi hingga ilmu alam, memberikan kesempatan berharga untuk pengembangan profesional dan akademik.

Durasi dan Jadwal Internship: Program ini akan berlangsung selama 8 hingga 12 minggu selama musim panas Jepang, yaitu antara bulan Juni dan Agustus 2025.

Peserta yang lolos seleksi akan ditempatkan pada tim riset atau proyek industri yang sesuai dengan bidang minat mereka, memungkinkan pengalaman praktis yang mendalam.

Program Magang Berbasis Riset Teknologi di Jepang, APLU Summer Internship Fully Funded 2025

Cakupan Beasiswa:

  • Tiket pesawat pulang-pergi ke Jepang
  • Tunjangan hidup & akomodasi
  • Asuransi kesehatan selama program. Asuransi kesehatan dan asuransi lokal. Perlu dicatat bahwa biaya visa tidak termasuk dalam cakupan beasiswa ini, sehingga kandidat diminta untuk mengurusnya secara mandiri.
  • Biaya visa ditanggung sendiri

Syarat Utama:

  • Mahasiswa aktif S1/S2 minimal semester 4. Mahasiswa aktif S1 atau S2 (minimal telah menempuh semester 4).
  • Punya minat kuat di bidang riset atau sains terapan
  • Menguasai bahasa Inggris (Jepang jadi nilai plus). Menguasai bahasa Inggris dengan baik; kemampuan berbahasa Jepang akan menjadi nilai tambah yang signifikan.
  • Siap mengikuti seluruh durasi program
  • Memiliki prestasi akademik yang baik dan menunjukkan ketertarikan pada riset atau jurnal ilmiah.

Cara Daftar:

  1. Isi formulir di situs resmi APLU
  2. Lampirkan CV, transkrip, surat motivasi, & rekomendasi
  3. Deadline pendaftaran: 15 Juli 2025
  4. Info Pendaftaran >> Daftar di sini

Jangan lewatkan kesempatan langka ini untuk menjadikan musim panasmu penuh makna dan prestasi. APLU Summer Internship 2025 bukan sekadar program magang, tapi jalan menuju pengembangan diri di tingkat internasional bebas biaya dan penuh manfaat.

Siapkan dirimu, lengkapi dokumen, dan daftarkan segera sebelum 15 Juli 2025 agar langkahmu menuju masa depan global semakin nyata.

Program Magang Berbasis Riset Teknologi di Jepang, APLU Summer Internship Fully Funded 2025.

Sumber : https://www.aplu.org/

Berapa Gaji di Jepang? Jepang Membutuhkan Banyak Imigran Karena Kekurangan Penduduk Muda

Berapa Gaji di Jepang? Jepang Membutuhkan Banyak Imigran Karena Kekurangan Penduduk Muda

Berapa Gaji di Jepang? Jepang Membutuhkan Banyak Imigran Karena Kekurangan Penduduk Muda. Benar, Jepang sedang menghadapi masalah kekurangan penduduk muda. Hal ini disebabkan oleh angka kelahiran yang terus menurun dan populasi yang menua. Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap masalah ini adalah tingginya biaya hidup, kesulitan menyeimbangkan karir dan keluarga, serta perubahan budaya kerja. Kekurangan penduduk muda ini memiliki dampak signifikan pada ekonomi dan sosial Jepang.

Angka kelahiran di Jepang terus menurun selama beberapa tahun terakhir, mencapai rekor terendah. Hal ini menyebabkan penurunan jumlah anak-anak dan remaja, serta berkurangnya tenaga kerja potensial di masa depan.

Sementara jumlah penduduk muda menurun, jumlah penduduk lansia (65 tahun ke atas) terus meningkat. Hal ini menciptakan beban sosial dan ekonomi yang besar, karena lebih banyak orang membutuhkan perawatan dan dukungan, sementara tenaga kerja yang tersedia semakin sedikit.

Sementara, populasi negara tersebut terus menurun. Fenomena ini muncul akibat rendahnya tingkat kelahiran dan masyarakat yang menua, yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

The Japan Association for Construction Human Resources (JAC) telah menyatakan keinginan yang kuat untuk bantuan dari negara tetangga, termasuk Indonesia, untuk mengatasi krisis tenaga kerja di negara tersebut.

Berapa Gaji di Jepang? Jepang Membutuhkan Banyak Imigran Karena Kekurangan Penduduk Muda

Jepang diproyeksikan akan menghadapi kekurangan tenaga kerja yang signifikan pada tahun 2040. Estimasi kekurangan tahun 2025 mencapai lebih dari satu juta pekerja asing jika pemerintah ingin mencapai target pertumbuhan ekonominya.

Di beberapa pusat keramaian, dipajang reklame mempromosikan imigrasi ke Jepang. Poster-poster menunjukkan keluarga dari berbagai negara, termasuk Indonesia, dengan slogan “Jepang Membutuhkan Anda!” untuk menggambarkan upaya Jepang mengatasi krisis demografi dengan membuka pintu bagi pekerja dan keluarga dari luar negeri.

Pertumbuhan ekonomi Jepang terancam oleh penurunan jumlah penduduk yang disebabkan oleh rendahnya angka kelahiran dan penuaan populasi. Menurut laporan terbaru, situasi ini diperkirakan akan memperburuk kekurangan tenaga kerja yang telah ada, terutama di sektor-sektor yang mengalami kekurangan tenaga kerja yang parah. Dalam konteks ini, pekerja asing dipandang sebagai solusi penting untuk mengisi kekosongan yang ada.

“Usia lanjut di Jepang lebih banyak daripada usia muda, yang artinya pekerja usia muda sangat sedikit sekali, sehingga kami sangat mengharapkan bantuan manpower dari negara-negara tetangga khususnya, salah satunya dari Indonesia,” kata kepala proyek JAC Naoya Shikano, di Jakarta (11/12/2024) kepada Antara.

Terdapat beberapa tantangan yang dihadapi Jepang dalam upayanya menarik dan mempertahankan pekerja asing. Salah satu kendala utama adalah melemahnya nilai yen, yang membuat upah di Jepang secara relatif lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara maju di Eropa. Selain itu, terdapat kekhawatiran mengenai hak asasi manusia yang dapat memengaruhi citra Jepang di pasar tenaga kerja global.

Untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja ini, Jepang perlu meningkatkan upaya di berbagai bidang. Sosialisasi pengenalan program magang dan program Special Skill Worker (SSW) bagi warga asing, beserta sistem dan peraturannya sering diakukan. “Sebisa mungkin diketahui dan disosialisasikan sebanyak mungkin di Indonesia,” ungkap Naoya Shikano.

Berapa Gaji di Jepang? Jepang Membutuhkan Banyak Imigran Karena Kekurangan Penduduk Muda

Faktor-faktor Penyebab:

  • Biaya Hidup Tinggi: Biaya hidup yang tinggi, terutama di kota-kota besar, membuat banyak pasangan muda enggan memiliki anak karena khawatir tidak dapat memenuhi kebutuhan keluarga.
  • Budaya Kerja yang Keras: Budaya kerja di Jepang yang dikenal dengan jam kerja panjang dan tekanan tinggi membuat sulit bagi banyak orang untuk menyeimbangkan karir dan keluarga, terutama bagi perempuan.
  • Perubahan Gaya Hidup: Banyak generasi muda yang lebih memilih untuk fokus pada karir dan gaya hidup mereka sendiri, dan menunda pernikahan dan memiliki anak.

Dampak Kekurangan Penduduk Muda:

  • Krisis Ekonomi: Penurunan jumlah tenaga kerja dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan beban keuangan bagi pemerintah untuk program pensiun dan perawatan kesehatan.
  • Masalah Sosial: Penurunan jumlah anak-anak dan remaja dapat menyebabkan penutupan sekolah, terutama di daerah pedesaan, serta berkurangnya interaksi sosial dan hilangnya vitalitas komunitas.
  • Kekurangan Tenaga Kerja: Perusahaan Jepang menghadapi kesulitan dalam mencari tenaga kerja muda yang terampil, yang dapat menghambat inovasi dan produktivitas.

Pekerja Indonesia Makin Melirik Jepang

Fenomena membanjirnya tenaga kerja asal Indonesia di Jepang mulai terlihat. Menurut catatan pemerintah Jepang, saat ini ada 121.507 pekerja migran Indonesia di negeri Sakura. Angka itu naik 56% dari tahun sebelumnya.

Ferry Irwandi, seorang influencer asal Indonesia, berbagi di Twitter tentang pengalamannya di Tokyo. “Gue 8 hari di Tokyo, nginep di Niwa Hotel, pegawainya banyak orang Indonesia, house keepingnya semuanya orang Indonesia, berangkat ke Sapporo, di Westin pun juga sama, frontdesknya orang Indonesia,” tulisnya.

Niwa Hotel, yang terletak di Tokyo, dikenal dengan gaya Jepang modern dan kedekatannya dengan Stasiun Suidobashi, menawarkan kombinasi kenyamanan dan pengalaman budaya. Sementara itu, Westin di Sapporo adalah The Westin Rusutsu Resort, yang merupakan resor ski dekat Niseko, terkenal dengan akomodasi dan fasilitas mewahnya.

“Jepang itu tempat yang menyenangkan untuk pekerja migran. Tapi, memang butuh effort ekstra untuk belajar bahasanya”, ungkap Nana. Pengajar di Mayantara School yang pernah bekerja di Jepang itu mengatakan kalau muridnya kebanyakan membutuhkan waktu setahun untuk mencapai level bahasa Jepang N3. Level kemahiran N3 dibutuhkan untuk kuliah di Jepang, sedangkan level dasar N5 biasanya untuk pekerja industri.

Kehadiran pekerja Indonesia di Jepang semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Akun X @wandererjogja menulis, “di tempat kerja aku sekarang (Chiba) jg banyak bgt orang indo???? kalo lg belanja ke supermarket ato toko-toko deket juga sering bgt ketemu orang indo wwkwkw bahkan ada education center isinya hampir 50% orang indonesia.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan tenaga kerja asing, khususnya dari Indonesia, semakin mendesak di Jepang, dan kedua negara dapat memperoleh manfaat dari kerjasama di bidang ketenagakerjaan.

“Saya merasa sangat penting kami memiliki banyak tenaga kerja dari Indonesia, dan sudah bekerja di Jepang di berbagai bidang termasuk pertanian, perikanan, perawatan ataupun manufaktur,” kata Masaki di Kediaman Resmi Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia, Selasa (19/3/2024).

Gaji di Jepang dan Peraturan Migrasi

Menurut proyeksi yang dirilis pada tahun 2024, Jepang diperkirakan akan menghadapi kekurangan tenaga kerja yang signifikan menjelang tahun 2040. Angka kebutuhannya mencapai 6,7 juta pekerja menurut data yang dirilis pemerintah.

Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah Jepang perlu melakukan langkah strategis dalam bidang imigrasi, pengembangan tenaga kerja, dan kebijakan ekonomi. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjadi peluang untuk inovasi dan pertumbuhan ekonomi.

Gaji Rata-Rata di Jepang

Rata-rata gaji tahunan di Jepang pada tahun 2024 diperkirakan sekitar 6.200.000 Yen Jepang, yang setara dengan sekitar 39.818 USD atau sekitar 644 juta Rupiah. Angka ini mungkin sedikit meningkat menjelang tahun 2025 seiring dengan inflasi dan penyesuaian ekonomi.

Gaji itu dapat bervariasi secara signifikan berdasarkan wilayah, di mana Tokyo memiliki upah minimum tertinggi, yaitu sekitar 1.113 Yen per jam (sekitar 7,16 USD), bersaing dengan kota-kota internasional berpenghasilan tinggi lainnya.

Kebijakan dan Program Pekerjaan untuk Imigran

Beberapa program dan kebijakan yang mendukung pekerja asing di Jepang antara lain:

  • Status Kegiatan Terkait (Designated Activities)
    Lulusan asing dari universitas Jepang dapat mengubah status tinggal mereka menjadi “Kegiatan Terkait” untuk mencari pekerjaan selama satu tahun setelah lulus.
  • Program Pelatihan Magang Teknikal (Technical Intern Training Program – TITP)
    Program ini dirancang untuk melatih pekerja asing dalam keterampilan bisnis dan teknikal Jepang. Namun, program ini telah dikritik karena dianggap sebagai sistem eksploitasi tenaga kerja murah. Program ini akan digantikan oleh Program Pengembangan Keterampilan Baru untuk Pekerja Asing pada tahun 2024, yang bertujuan untuk integrasi yang lebih baik.
  • Program Pekerja Terampil Tertentu (Specified Skilled Worker – SSW)
    Diperkenalkan pada tahun 2019, program ini ditujukan untuk pekerja terampil menengah di sektor-sektor seperti konstruksi, pertanian, keperawatan, dan layanan makanan. Program ini menawarkan visa hingga lima tahun dan berbagai benefit ambahan, termasuk tempat tinggal, orientasi saat kedatangan, dan gaji yang sebanding dengan warga Jepang.
  • Dukungan Pencarian Kerja
    Inisiatif yang didukung pemerintah membantu mahasiswa internasional mencari pekerjaan, menekankan bahwa perusahaan terbuka untuk merekrut tenaga dengan keahlian tanpa memandang kewarganegaraan.

Syarat Kesiapan Calon PMI di Jepang

Meskipun berbagai kebijakan telah diterapkan, beberapa tantangan masih perlu diatasi:

  • Hambatan Bahasa
    Kemampuan berbahasa Jepang menjadi tantangan utama bagi imigran, karena banyak perusahaan Jepang yang mengharuskan karyawan untuk berkomunikasi dalam bahasa Jepang.
  • Perbedaan Upah
    Pekerja asing cenderung mendapatkan gaji yang lebih rendah dibandingkan rekan-rekan Jepang mereka; pada tahun 2024, mereka menghasilkan 28% lebih sedikit. Hal ini sebagian disebabkan oleh pembatasan mobilitas pekerjaan dan preferensi budaya untuk bekerja jangka panjang di satu perusahaan.
    Mayoritas karyawan di Jeang berkarir dalam jangka panjang di sebuah perusahaan, sementara para imigran dipandang hanya berorientasi pekerjaan jangka pendek.
  • Integrasi Ekonomi
    Agar imigran dapat berkembang, dukungan dalam transisi pekerjaan dan penyesuaian budaya sangat penting. Upaya sedang dilakukan untuk mendorong perusahaan merekrut pekerja asing dan menyediakan sistem dukungan yang lebih baik.
  • Diskriminasi dan Dukungan
    Mengatasi diskriminasi dan menyediakan dukungan komprehensif, termasuk program bahasa, sangat penting untuk integrasi yang sukses.

Kebutuhan akan pekerja asing meningkat sebagai akibat dari krisis populasi Jepang, yang merupakan komponen penting dalam pertumbuhan ekonomi. Jepang saat ini sedang menerapkan kebijakan yang lebih inklusif dalam upaya membuat Jepang lebih menarik bagi pekerja asing.

Ke depan, Jepang dapat memanfaatkan tenaga kerja asing untuk mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi sambil mengatasi masalah sosial dan budaya.

Pemerintah Jepang telah mengambil berbagai langkah untuk mengatasi masalah ini, seperti memberikan insentif finansial untuk mendorong pasangan menikah memiliki anak, meningkatkan fasilitas perawatan anak, dan mencoba mengubah budaya kerja yang keras. Namun, tantangan yang dihadapi Jepang sangat kompleks, dan solusi jangka panjang masih perlu ditemukan untuk mengatasi krisis demografi ini.

Berapa Gaji di Jepang? Jepang Membutuhkan Banyak Imigran Karena Kekurangan Penduduk Muda

Sumber : kompas.com

Berapa Gaji Kotor Sopir di Jepang? Bisa Capai Rp 500 Juta/th

Berapa Gaji Kotor Sopir di Jepang? Bisa Capai Rp 500 Juta/th

Berapa Gaji Kotor Sopir di Jepang? Ternyata Bisa Sampai Hampir Rp 500 Juta Per Tahun Loh! Gaji kotor sopir di Jepang bervariasi, tetapi bisa mencapai sekitar 4,5 juta yen per tahun, atau sekitar Rp 500 juta (dengan kurs saat ini). Angka ini belum termasuk lemburan dan bonus. Sopir truk jarak pendek bisa mendapatkan minimal Rp 40 juta per bulan, menurut akun Instagram @roda.transportasi. Selain gaji pokok, sopir juga mendapatkan tunjangan seperti asuransi kesehatan dan tunjangan pensiun.

Banyak orang ingin bekerja di luar negeri karena tergiur gaji yang lebih besar. Ini terutama di negara maju dengan mata uang lebih besar dibandingkan Indonesia. Salah satunya adalah Jepang. Sama seperti di Indonesia, jam kerja di Jepang adalah 8 jam per hari atau 40 jam per pekan sesuai undang-undang di sana. Sementara untuk upah per jam dibayar 930 yen atau setara Rp103.543 (dikutip dari Job-medley).

Berapa Gaji Kotor Sopir di Jepang? Ternyata Bisa Sampai Hampir Rp 500 Juta Per Tahun Loh!

Siapa tahu berminat, Jepang buka lowongan pekerjaan untuk sopir bus dan truk. Ini terkait krisis ketenagakerjaan di Jepang akibat berkurangnya jumlah penduduk.

Sopir bus dan truk di Jepang bisa mendapatkan penghasilan kotor hingga 4,5 juta yen per tahun atau mencapai Rp 500 juta (kurs 25/3/2025).  Jumlah itu belum termasuk lemburan dan bonus dua kali setahun. Selain gaji, mereka juga menerima berbagai tunjangan seperti asuransi kesehatan dan tunjangan pensiun.

“Standar gajinya tinggi. Bonus juga ada dua kali tiap tahun. Penghasilan kotor setahun bisa sampai 4,5 juta yen, atau setara Rp 450 juta per tahun. Artinya, rata-rata sebulan Rp 37,5 juta, belum termasuk lemburan,” ujar Bowo Kristianto, Direktur Japan Indonesia Driving School (JIDS) mengutip Kompas.com, Minggu (9/3/2025).

Besarnya potensi pendapatan ini menarik perhatian banyak pencari kerja dari luar negeri, termasuk dari Indonesia. Salah satu yang berhasil membuktikannya adalah Iyus, pria asal Indonesia yang kini menjadi sopir bus di Jepang. Ia tercatat sebagai orang pertama dari Indonesia yang lolos melalui program SSW atau Tokutei Ginou (TG).

Program ini dirancang oleh pemerintah Jepang untuk mengisi kekurangan tenaga kerja di berbagai sektor, termasuk transportasi. Melalui skema ini, warga negara non-Jepang dengan keterampilan tertentu dapat bekerja secara legal di Jepang sebagai sopir bus maupun truk. Bowo menambahkan, selain gaji tinggi, sistem kerja di Jepang lebih teratur dan aman.

“Risiko kecelakaan lebih rendah karena jam kerja diatur dengan sistem shift yang jelas. Perusahaan bisa kena sanksi kalau mempekerjakan karyawan melebihi batas,” ucapnya. Ia juga menekankan bahwa kendaraan di Jepang selalu dijaga dalam kondisi terbaik.

“Bus atau truk selalu dalam kondisi prima, tidak overloading dan over dimensi. Tiap tiga bulan wajib diperiksa di badan khusus untuk mendapatkan lisensi kelayakan. Kalau tidak, perusahaan bisa kena sanksi atau izinnya dicabut,” kata Bowo. Bowo menegaskan pentingnya etika dan budaya berkendara di Jepang.

“Mereka harus punya etika dalam berkendara, termasuk tidak boleh ugal-ugalan. Kalau melanggar, izin mengemudi bisa dicabut dan kena denda besar,” jelasnya. Ia menilai bahwa tantangan terbesar adalah membentuk service manner pada setiap sopir. Namun, menurutnya, hal tersebut bisa dilatih dan akan terbentuk seiring waktu.

Berapa Gaji Kotor Sopir di Jepang? Ternyata Bisa Sampai Hampir Rp 500 Juta Per Tahun Loh!

Tanggung Jawab Sopir di Jepang

Sopir bus, taksi, dan truk di Jepang memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan.

1. Sopir Bus

Sopir bus harus memastikan kendaraan dalam kondisi baik sebelum dan setelah beroperasi. Mereka juga bertanggung jawab atas keselamatan penumpang, mengikuti rute yang sudah ditentukan, serta mencatat perjalanan. Selain itu, mereka juga berinteraksi dengan penumpang, membantu saat naik atau turun, dan menjawab pertanyaan.

2. Sopir Taksi

Sopir taksi bertugas menjemput dan mengantar penumpang dengan aman. Mereka perlu memeriksa kendaraan secara rutin dan mencatat laporan perjalanan. Selain itu, sopir taksi juga harus memberikan pelayanan yang baik, seperti membantu penumpang dengan barang bawaan dan memberikan informasi yang dibutuhkan.

3. Sopir Truk

Sopir truk harus memastikan kendaraan siap pakai dan aman sebelum beroperasi. Mereka bertanggung jawab mengangkut barang dengan aman, memastikan muatan tidak rusak, dan mencatat perjalanan. Sopir truk juga memuat dan membongkar barang dengan hati-hati agar tidak jatuh atau bergeser selama perjalanan.

Berapa Gaji Kotor Sopir di Jepang? Ternyata Bisa Sampai Hampir Rp 500 Juta Per Tahun Loh!

Sumber : kompas.com

Tenaga Konstruksi ke Jepang, Siap-siap Tenaga Kerja Indonesia di Kirim  Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding

Tenaga Konstruksi ke Jepang, Siap-siap Tenaga Kerja Indonesia di Kirim Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding

Tenaga Konstruksi ke Jepang, Siap-siap Tenaga Kerja Indonesia di Kirim Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding. Di kantor Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) di Jakarta, Kamis (19/6/2025), Abdul Kadir Karding menerima kunjungan delegasi dari Asosiasi Pekerja Konstruksi Jepang serta Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang (MLIT).

Menteri Karding menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kerja sama antara Indonesia dan Jepang di bidang ketenagakerjaan, terutama dalam hal penyediaan tenaga kerja di sektor konstruksi, selama pertemuan tersebut.

Tenaga Konstruksi ke Jepang, Siap-siap Tenaga Kerja Indonesia di Kirim Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding

Antaranews

Alhamdulillah, kami sangat senang atas kehadiran tamu dari Jepang, sahabat dan saudara kami, sore hari ini. Dalam sambutannya, Karding berharap kunjungan ini akan menguntungkan hubungan dua negara.

Ia menyampaikan bahwa kebutuhan Jepang terhadap tenaga kerja, khususnya di bidang konstruksi dan proyek infrastruktur besar, dapat diisi oleh tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi sesuai standar pasar Jepang.

“Kami paham Jepang sedang membutuhkan banyak tenaga kerja. Di sisi lain, Indonesia tengah menikmati bonus demografi—kelebihan angkatan kerja produktif. Ini adalah potensi besar yang bisa saling mengisi,” ucapnya.

Lebih lanjut, Karding menyebut pemerintah Indonesia saat ini tengah fokus menyiapkan tenaga kerja tersertifikasi untuk pasar kerja luar negeri. Ia menegaskan bahwa Indonesia siap menyediakan SDM yang memenuhi kualifikasi sesuai kebutuhan Jepang.

“Pada prinsipnya kami siap menyiapkan pekerja konstruksi, berapa pun yang dibutuhkan. Kami pastikan mereka memiliki standar kualifikasi dan sertifikasi yang diakui,” tegasnya.

Karding juga mendorong kerja sama teknis lebih lanjut, termasuk penyelarasan kurikulum pelatihan antara Indonesia dan Jepang. Menurutnya, penggunaan kurikulum berbasis permintaan negara tujuan menjadi salah satu strategi Indonesia dalam menyiapkan tenaga kerja migran yang unggul.

Tenaga Konstruksi ke Jepang, Siap-siap Tenaga Kerja Indonesia di Kirim Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding

“Kalau memungkinkan, kita bisa kerja sama soal penyiapan kurikulum. Biasanya, kami sesuaikan sebagian besar isi kurikulum pelatihan dengan kebutuhan negara pengguna tenaga kerja,” jelasnya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama yang lebih erat, legal, dan berkualitas dalam pengelolaan penempatan pekerja migran antara Indonesia dan Jepang.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding menyampaikan kesiapan kementeriannya untuk menyediakan tenaga konstruksi guna memperkuat kerja sama ketenagakerjaan kedua negara.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding menyampaikan kesiapan kementeriannya untuk menyediakan tenaga konstruksi guna memperkuat kerja sama ketenagakerjaan kedua negara.

Dalam pernyataannya, Christina mengatakan kementeriannya ingin membuka lebih banyak peluang penempatan pekerja migran dari Indonesia ke Jepang. Kementerian P2MI, kata dia, juga terbuka untuk berbagai kerja sama dan mekanisme penempatan.

Salah satu upaya yang mereka lakukan adalah dengan mengajak perusahaan-perusahaan di Jepang untuk mengadakan business meeting dengan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).

Lebih lanjut, Christina mengatakan bahwa penempatan pekerja migran dari Indonesia di Jepang terbuka untuk berbagai sektor, termasuk manufaktur, kesehatan, hospitality, transportasi, perikanan hingga pertanian.

Selain itu, Wamen Christina juga mengingatkan agar perusahaan atau agensi perekrutan tenaga kerja di Jepang untuk menggunakan skema yang melibatkan pemerintah dan dilakukan secara prosedural.

Alasannya adalah agar pekerja migran Indonesia yang bekerja di Jepang bisa semakin terlindungi. Berdasarkan catatan sistem, saat ini terdapat 1.389 peluang kerja skema penempatan private to private (p to p) di Jepang dari berbagai jabatan kerja dan sektor.

Tenaga Konstruksi ke Jepang, Siap-siap Tenaga Kerja Indonesia di Kirim Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding

Sumber : tirto.id

Program Magang METI 2025 di Jepang Untuk Mahasiswa, Bisa Online atau Offline

Program Magang METI 2025 di Jepang Untuk Mahasiswa, Bisa Online atau Offline

プログラム Magang METI 2025 di Jepang Untuk Mahasiswa, Bisa Online atau Offline. Program Magang METI 2025 adalah program magang yang diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang. Program ini bertujuan untuk memberikan pengalaman kerja langsung di perusahaan Jepang bagi mahasiswa dan profesional muda dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Program ini didanai penuh dan menawarkan kesempatan untuk mendapatkan wawasan tentang budaya kerja Jepang serta mengembangkan keterampilan profesional.

Melalui Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI), pendaftaran program ini dibuka hingga Senin, 30 Juni 2025. Berikut informasi lengkap seputar program magang dari METI Jepang. Jepang kembali membuka kesempatan magang bagi mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi dari berbagai negara. Program magang METI 2025 ini ditujukan bagi kamu yang memiliki minat merasakan bekerja secara langsung di perusahaan-perusahaan Jepang. METI menyiapkan maksimum 100 perusahaan dalam program ini.

プログラム Magang METI 2025 di Jepang Untuk Mahasiswa, Bisa Online atau Offline

Kesempatan ini terbuka untuk warga dalam daftar Organisation for Economic Co-operation and Development atau Development Assistance Committee (OECD/DAC), kecuali China.

Mahasiswa asal Indonesia termasuk yang dapat mengikuti program ini. Terdapat dua skema magang yang ditawarkan, yaitu magang online dan magang tatap muka, yang masing-masing memiliki manfaat tersendiri yang dilansir dari METI Jepang: https://internshipprogram.go.jp/english/intern/.

Informasi Umum:

  • Tujuan: Mempromosikan pertukaran internasional dan mendukung ekspansi perusahaan Jepang secara global.
  • Penyelenggara: Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang.
  • Sasaran: Mahasiswa dan profesional muda dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
    Pendanaan: Program ini didanai penuh oleh METI.

Manfaat Program Magang METI 2025:

  • Pengalaman Kerja: Mendapatkan pengalaman kerja langsung di perusahaan Jepang.
  • Pelatihan: Menerima pelatihan awal tentang proyek dan poin-poin penting magang.
  • Akomodasi dan Biaya Hidup: Beberapa program menyediakan akomodasi dan biaya dukungan aktivitas.
  • Asuransi: Peserta magang akan mendapatkan perlindungan asuransi selama program berlangsung.
  • Peluang Karir: Memperoleh pengalaman dan keterampilan yang berharga untuk pengembangan karir.
  • Internasionalisasi: Mendapatkan wawasan tentang budaya kerja Jepang dan memperluas jaringan profesional.

Persyaratan Umum:

  • Usia:
    Umumnya, peserta berusia antara 18 hingga 40 tahun per tanggal 25 Agustus 2025.
  • Pendidikan:
    Terdaftar atau telah menyelesaikan pendidikan tinggi (sarjana, magister, atau doktoral).
  • Kemampuan Bahasa:
    Kemampuan bahasa Jepang (JLPT N3 atau lebih tinggi) atau bahasa Inggris (TOEIC, TOEFL, IELTS).
  • Ketersediaan:
    Mampu mengabdikan diri pada program magang dan pelatihan sesuai jadwal.
  • Tidak Sedang Bekerja Tetap:
    Prioritas diberikan kepada mereka yang belum memiliki pekerjaan tetap dan ingin mencari pekerjaan di Jepang

Syarat Kualifikasi Pendaftar Program Magang METI 2025

  1. Mendukung tujuan program ini dan bersedia mendukung internasionalisasi perusahaan Jepang melalui magang, ekspansi bisnis luar negeri, serta pembangunan jaringan dengan universitas di luar negeri.
  2. Berkewarganegaraan negara yang masuk dalam daftar OECD/DAC, kecuali China.
  3. Peserta yang saat ini berada di Jepang tidak dapat mendaftar.
  4. Memiliki kemampuan Bahasa Jepang setidaknya JLPT N3 atau kemampuan Bahasa Inggris; menyerahkan sertifikat kualifikasi (IELTS, TOEIC, TOEFL, CEFR, JLPT, dll.)
  5. Berusia 18 hingga di bawah 40 tahun per tanggal 25 Agustus 2025.
  6. Lulusan sarjana atau mahasiswa yang dapat mengajukan melalui surat penerimaan dari universitas; surat rekomendasi; ijazah atau transkrip kelulusan dari universitas.
  7. Belum memiliki pekerjaan tetap dan berminat bekerja di Jepang.
    Memenuhi persyaratan khusus yang ditentukan oleh masing-masing perusahaan.
  8. Belum pernah mengikuti program ini antara tahun 2016 hingga 2024.

Fasilitas Program Magang METI 2025

Program Online

  • Perusahaan tempat kamu magang akan menyediakan sarana komunikasi seperti PC, internet, dan alat komunikasi lainnya.
  • Uang saku: 1.000 yen per hari, atau sekitar Rp 112 ribu per hari, tergantung jumlah hari aktif magang.

Program tatap muka:

  • Transportasi ke lokasi pelatihan dan akomodasi selama pelatihan.
  • Uang saku: 3.000 yen per hari, atau sekitar Rp337 ribu per hari, dibayarkan beberapa kali tergantung jumlah hari magang
  • Peminjaman telepon genggam.
  • Tiket pesawat pulang-pergi (kelas ekonomi).
  • Asuransi perjalanan saat kunjungan.
  • Dukungan pengurusan visa.
  • Perusahaan penerima akan menyediakan tempat tinggal dan sarana transportasi ke tempat kerja.

プログラム Magang METI 2025 di Jepang Untuk Mahasiswa, Bisa Online atau Offline

Tugas Peserta Magang METI 2025

  • Menyusun rencana magang (peran peserta, tujuan, dll.) bersama perusahaan.
  • Mengikuti pelatihan dan presentasi hasil.
  • Menjaga keselamatan dan kesehatan kerja, serta melakukan komunikasi, pelaporan, dan konsultasi kepada sekretariat dan perusahaan.
  • Menyerahkan dokumen seperti surat rekomendasi, laporan, dan pemberitahuan sebelum, selama, dan setelah magang.
  • Berperilaku baik sebagai peserta dalam program yang didanai oleh Pemerintah Jepang.

Cara Daftar Program Magang METI 2025

  • Dilakukan online melalui formulir yang tersedia di situs web resmi
  • Daftar dengan email untuk registrasi awal → dapatkan tautan untuk registrasi penuh melalui email → isi data dan selesaikan pendaftaran.
  • Seleksi awal yakni pemeriksaan dokumen dan wawancara pertama oleh Kantor JIP (dalam bahasa Jepang atau Inggris).
  • Kantor JIP akan mencocokkan profil peserta dengan perusahaan.
  • Wawancara kedua (opsional) dilakukan langsung oleh perusahaan.
  • Jika diterima, pemberitahuan resmi dikirim ke peserta dan perusahaan.
  • Akan dibuat kontrak tiga pihak antara Kantor JIP, perusahaan, dan peserta (untuk kursus online: kontrak terpisah antara peserta dan Kantor JIP).
  • Kamu tidak diperbolehkan mundur setelah pencocokan disetujui.
  • Alur pendaftaran hingga informasi lainnya yang lebih lengkap dapat kamu pahami dalam website https://internshipprogram.go.jp/english/intern/.

プログラム Magang METI 2025 di Jepang Untuk Mahasiswa, Bisa Online atau Offline

Sumber : https://scholars.truescho.com/