執筆者 admin | 6 5月 2024 | 記事, Pekerjaan
Program Tokutei Ginou Pertanian di Jepang, Simak Penjelasannya. Bidang pertanian diklasifikasikan dalam dua pekerjaan, yaitu, pertanian budidaya umum dan peternakan umum, dan berbagai langkah diambil untuk menerima tenaga kerja asing dengan lancar untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja yang serius.
Jepang adalah salah satu negara yang maju dalam bidang pertanian dan banyak menyumbang penelitian untuk inovasi di bidang pertanian. Namun, kebanyakan pekerja pertanian di Jepang adalah pekerja berusia lanjut sehingga Jepang membuka banyak peluang kerja untuk para pekerja asing dari generasi muda.
Artikel ini akan memberikan informasi seputar bidang pertanian di Jepang, mulai dari fakta-fakta unik yang menjadikan keuntungan kerja pertanian di Jepang, persyaratan umum, dan informasi lainnya.
Program Tokutei Ginou Pertanian di Jepang, Simak Penjelasannya
Bidang pertanian dalam Tokutei Gino No.1 adalah salah satu bidang yang menerima pekerja asing yang memiliki pengalaman di bidang tersebut.
A. Keuntungan kerja pertanian di Jepang
1. Jepang adalah salah satu negara dengan sistem pertanian yang maju
Jepang merupakan salah satu negara yang banyak menggunakan teknologi canggih ke bidang pertaniannya. Hal ini membuat pertanian di Jepang sangat maju dan mampu menghasilkan produk pertanian berkualitas tinggi. Orang Jepang sangat memperhatikan kualitas produk pertanian yang akan dikonsumsi, baik itu sayur-sayuran, buah-buahan, dan juga beras. Terlebih lagi, di Jepang terdapat beberapa merek yang melambangkan kualitas suatu produk pertanian itu sendiri.
2. Lingkungan kerja di bidang pertanian
Lingkungan kerja di bidang pertanian Jepang berbeda dengan di negara lain, termasuk di Indonesia. Jika bekerja di bidang pertanian, para pekerja akan disebar untuk bekerja di lahan, bagian pengemasan, atau di bidang distribusi pertanian.
3. Prospek kerja di bidang pertanian terbuka lebar
Saat ini, Jepang dihadapkan dengan banyak pekerja pertanian yang sudah berusia lanjut. Padahal, permintaan akan konsumsi produk pertanian terus meningkat di setiap tahunnya. Oleh karena itu, Jepang mengeluarkan visa pekerja keterampilan khusus bagi para pekerja asing yang ingin kerja di Jepang. Dengan begitu, prospek kerja di bidang pertanian di Jepang sangat terbuka lebar dan menawarkan gaji yang menjanjikan bagi para pekerja.
Program Tokutei Ginou Pertanian di Jepang, Simak Penjelasannya
B. Persyaratan umum
1. Sertifikat JLPT N4
Untuk bisa bekerja di pertanian Jepang, Hunters dapat mencoba tes visa pekerja berketerampilan khusus di bidang pertanian. Namun, salah satu persyaratannya adalah bisa bahasa Jepang seperti JFT basic level A2 atau JLPT N4.
2. Lulus tes keterampilan bidang kerja
Jika sudah memiliki sertifikat ujian bahasa Jepang, maka dapat langsung mengikuti tes keterampilan kerja khusus di bidang pertanian. Jadi, jika Hunters berasal dari jurusan pertanian, agribisnis, atau SMK dari bidang pertanian, maka dapat mencoba untuk mengikuti tes visa ini.
C. FAQ pertanian di Jepang
1. Berapa gaji kerja pertanian di Jepang?
Gaji yang didapatkan bagi para pekerja dengan visa keterampilan spesifik berkisar dari ¥2,000,000 sampai ¥4,000,000 per tahun.
2. Berapa lama kontrak kerja pertanian di Jepang?
Kontrak kerja pertanian di Jepang umumnya disesuaikan kembali dengan kontrak dan kesepakatan antara perusahaan dan pekerja. Namun, apabila bekerja dalam jangka pendek, maka umumnya akan dipekerjakan mulai dari kontrak 1 tahun.
3. Pekerjaan apa saja yang dilakukan di bidang pertanian Jepang?
Pekerjaan yang dilakukan oleh para pekerja di pertanian Jepang adalah seperti penanaman, pemanenan, pengemasan, pekerjaan di bidang hortikultura, hingga proses distribusi produk pertanian.
4. Bagaimana cara bisa kerja pertanian di Jepang?
Untuk bisa bekerja di pertanian Jepang, Hunters harus memiliki visa keterampilan khusus di bidang pertanian.
Program Tokutei Ginou Pertanian di Jepang, Simak Penjelasannya
Target
Orang asing yang memiliki pengalaman dan pengetahuan di bidang pertanian.
Klasifikasi pekerjaan:
・ Pertanian budidaya umum
・ Peternakan umum
Syarat
Syarat untuk bekerja dengan status Tokutei Gino No.1 adalah sebagai berikut:
1. Lulus JFT-Basic atau JLPT N4 atau lebih tinggi
2. Lulus ujian keterampilan yang diperlukan
Orang yang telah menyelesaikan Pelatihan Teknis No.2 dengan baik akan dibebaskan dari ujian di atas.
Tingkat Kesulitan
Dalam dua klasifikasi pekerjaan di bidang pertanian, calon pekerja perlu memiliki pengetahuan dasar dan kemampuan untuk melakukan berbagai pekerjaan pertanian dengan aman, dalam waktu tertentu, dan dengan prosedur yang benar, serta kemampuan untuk memahami instruksi dalam bahasa Jepang.
Hal yang penting adalah para calon pekerja dapat berperan sebagai tenaga kerja yang siap pakai.
Program Tokutei Ginou Pertanian di Jepang, Simak Penjelasannya
Kesimpulan
Seperti yang telah dijelaskan, di bidang pertanian dalam Tokutei Gino No.1, pekerja diharapkan dapat bekerja dengan menggunakan keahlian dan keterampilan.
Karena bidang tersebut adalah industri di mana kekurangan tenaga kerja sangat serius, ada banyak peluang bagi calon pekerja yang tertarik, dan kamu juga akan dapat meningkatkan pengetahuan dan pengalaman.
Sumber: Badan Pelayanan Imigrasi (https://www.moj.go.jp/isa/content/930005131.pdf)
Ministry of Foreign Affairs of Japan (https://www.id.emb-japan.go.jp/ssw/)
執筆者 admin | 5 5月 2024 | 記事, Pekerjaan
Sistem Undang-undang Ketenagakerjaan Jepang. Setiap perusahaan di Jepang wajib mematuhi aturan-aturan yang ditetapkan dalam undang-undang ketenagakerjaan tersebut. Sementara itu, pekerja juga memiliki serangkaian aturan yang harus mereka ikuti.
Jepang memiliki undang-undang ketenagakerjaan yang bertujuan untuk melindungi hak-hak pekerja. Beberapa di antaranya adalah UU Standar Ketenagakerjaan, UU Serikat Pekerja, UU Kesetaraan Kesempatan Kerja untuk Laki-laki dan Perempuan, dan UU Upah Minimum.
Memiliki pengetahuan dasar tentang undang-undang ketenagakerjaan sangat penting. Hal ini dapat membantu untuk menghindari masalah yang mungkin muncul selama bekerja di Jepang.
Sistem Undang-undang Ketenagakerjaan Jepang
Aturan yang harus dipatuhi oleh pihak perusahaan
- Menyamakan isi kontrak kerja dan kondisi kerja sebenarnya.
- Upah yang diberikan harus lebih tinggi dari upah minimum yang ditetapkan di setiap Prefektur. Upah harus dibayar penuh dan tunai (termasuk transfer bank) kepada pekerja setidaknya sekali sebulan pada hari yang telah ditentukan.
- Durasi jam kerja harus 8 jam sehari dan 40 jam seminggu. Jika pekerja bekerja lembur, mereka berhak mendapatkan upah tambahan.
- Jika jam kerja dalam sehari melebihi 6 atau 8 jam, perusahaan harus memberikan waktu istirahat minimal 45 menit atau 60 menit. Pekerja juga harus diberikan minimal satu hari libur setiap minggu (atau minimal empat hari dalam empat minggu).
- Perusahaan harus memberikan kompensasi kepada pekerja yang sakit atau terluka selama bekerja serta memastikan keselamatan dan kesehatan pekerja.
- Perusahaan tidak boleh melakukan diskriminasi berdasarkan jenis kelamin dan harus menyediakan sistem yang mendukung keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi sesuai aturan yang berlaku.
Aturan yang harus dipatuhi oleh pihak pekerja
Setiap pekerja wajib mematuhi aturan kerja yang ditetapkan oleh perusahaan (shugyo-kisoku). Beberapa contoh aturan ini meliputi tidak boleh terlambat kerja dan harus selalu tepat waktu, tidak diperbolehkan meninggalkan tempat kerja tanpa izin selama jam kerja, bekerja dengan itikad baik dan mengikuti perintah atasan, dan sebagainya.
Perlu diingat bahwa aturan ini bisa berbeda-beda, tergantung pada perusahaan tempatmu bekerja. Jika tidak mematuhi aturan tersebut, pekerja bisa mendapatkan sanksi berupa pengurangan gaji (genkyu) atau bahkan pemecatan secara sepihak (chokai-kaiko).
Jadi, pahami dan ikutilah aturan yang berlaku di tempat kerja, serta selalu perbaharui pengetahuanmu tentang undang-undang ketenagakerjaan.
Sistem Undang-undang Ketenagakerjaan Jepang
Sistem Ketenagakerjaan Jepang
Dasar Konstitusi
Bagian utama dari Undang-Undang yang mengatur kondisi kerja di Jepang adalah Undang-Undang Standar Tenaga Kerja/ Labour Standard Acts (1945). Prinsip-prinsip dasar didasarkan pada konstitusi Jepang, khususnya pasal 14 dan 27.
Pasal 14. Semua orang sama di bawah hukum dan tidak boleh ada diskriminasi dalam hubungan politik, ekonomi atau sosial karena ras, keyakinan, jenis kelamin, status sosial atau asal keluarga.
Pasal 27. Semua orang memiliki hak dan kewajiban untuk bekerja. Standar untuk upah, jam bekerja, istirahat dan kondisi kerja lainnya harus ditetapkan oleh hukum. Anak-anak tidak boleh dieksploitasi.
Non-Diskriminasi dan Kesetaraan
Setiap diskriminasi berdasarkan ras, kepercayaan, jenis kelamin, status sosial, atau asal keluarga dilarang oleh Konstitusi Pasal 14.
Pasal 3 Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan selanjutnya melarang diskriminasi terhadap orang karena kewarganegaraan, dll. Untuk mempengaruhi upah atau kondisi kerja mereka.
Pasal 4 menjamin hak upah yang setara baik untuk pria dan wanita.
Kontrak Kerja
1. Isi Kontrak
Kontrak kerja harus secara jelas menyatakan kondisi kerja. Termasuk upah, jam kerja dan cuti berbayar. Peraturan mengenai lembur dan uang transportasi juga biasanya dimasukkan.
Kontrak yang mendefinisikan segala jenis pembayaran penalti arena tidak terpenuhinya kontrak itu tidak sah (UU Standar Tenaga Kerja pasal 16).
2. Masa Percobaan (Probation)
Masa percobaan umumnya selama 3 bulan, tidak ada UU yang mengatur durasi masa percobaan ini dan pembaruan diizinkan.
Meskipun demikian, ada hukum yang melindungi Anda agar tidak dipecat sembarangan. Jika seseorang telah bekerja untuk perusahaan selama setidaknya 14 hari, pemberi kerja harus memberitahu kepada Anda sekurang-kurangnya 30 hari sebelum memecat dalam masa percobaan (UU Standar Tenaga Kerja, pasal 21).
3. Pembayaran Upah
Upah di Jepang harus dibayar dalam mata uang (bukan dalam saham) seluruh jumlah harus dibayar penuh dan secara langsung setidaknya sebulan sekali pada tanggal yang telah ditentukan (UU Standar Tenaga Kerja, pasal 24).
Ini tidak termasuk pengurangan seperti pajak dan premi asuransi, yang akan dipotong oleh pemberi kerja dari gaji Anda menurut UU.
4. Upah Minimum
Tidak diperbolehkan membayar pekerja di bawah upah minimum di Jepang. Upah minimum tidak tetap, terus disesuaikan oleh Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan dan oleh Komisi Musyawarah Upah Minimum di tingkat nasional dan lokal.
Upah minimum bervariasi berdasarkan industri dan wilayah. Jadi, jangan kaget ketika Anda menemukan upah minimum di Fukuoka atau Sapporo lebih rendah dari upah di Tokyo (karena upah minimum mencerminkan biaya hidup).
5. Jam Kerja Reguler
Menurut UU, jam kerja resmi di Jepang adalah 8 jam sehari, 40 jam seminggu, hingga 44 jam di industri tertentu (UU Standar Tenaga Kerja; Pasal 32,40,131).
6. Ketentuan Batasan Lembur
Selain itu, lembur dimungkinkan hingga batas tertentu, jika perusahaan mengajukan “Pemberitahuan Perjanjian tentang lembur dan bekerja pada hari libur” ke Kantor Inspeksi Standar Tenaga Kerja. Jika perusahaan tidak melakukannya, perusahaan dapat dijatuhi hukuman.
Sistem Undang-undang Ketenagakerjaan Jepang
Batas Lembur:
15 jam per minggu, 27 jam per 2 minggu, 43 jam selama 4 minggu.
45 jam per bulan, 81 jam selama 2 bulan, 120 jam selama 3 bulan, dan 360 jam per tahun.
1. Pembayaran Lembur
UU Tenaga Kerja mengatur pembayaran lembur dengan tambahan sebesar 25% untuk lembur setelah jam kerja reguler, bekerja saat hari libur, dan bekerja sampai tengah malam. Sementara lembur pada hari libur resmi, memperoleh tambahan 35%. Dalam praktek, beberapa perusahaan memberikan pembayaran lembur dengan nilai tetap untuk menyederhanakan proses perhitungan lembur.
2. Hari Libur Resmi
Hari Libur resmi adalah 1 hari seminggu atau setidaknya 4 hari dalam 1 bulan (UU Tenaga Kerja pasal 35). Pekerja yang bekerja lebih dari 6 bulan dengan kehadiran minimal 80% berhak memperoleh cuti tahunan berbayar (UU Tenaga Kerja pasal 39). Bagi pegawai tetap, dimulai dengan 10 hari per tahun, dan bertambah tiap tahun sampai dengan maksimum 20 tahun.
3. Pemberhentian Kerja
Pemberi kerja harus memberi notifikasi minimal 30 hari sebelum memberhentikan pekerja. Jika pemberitahuan disampaikan kurang dari periode tersebut, pemberi kerja harus membayarkan semua upah secara penuh untuk 30 hari.
Pengecualian diberikan untuk keadaan bangkrut, bencana alam, atau jika pekerja bertanggungjawab atas pemberhentian. Dalam kasus ini, perusahaan wajib mempersiapkan Surat Keterangan terkait alasan pemberhentian, atas permohonan pekerja.
4. Batasan Hukum untuk Pemberhentian
UU Tenaga Kerja pasal 27 mengatur terkait keamanan kerja sebagai masalah publik. Berbagai UU juga secara khusus melarang pemecatan pegawai dengan alasan tertentu, namun tidak terbatas pada: kecelakaan kerja, pernikahan, cuti hamil dan gender.
JAMINAN SOSIAL BAGI TENAGA KERJA ASING DI JEPANG
PERATURAN HUKUM JAMINAN SOSIAL TENAKER ASING DI JEPANG
Pada prinsipnya, Tenaga Kerja Asing akan memperoleh hak atas jaminan sosial ketenagakerjaan yang sama dengan pekerja Jepang lainnya, sesuai Peraturan Hukum berikut:
- Labor Standard Acts Jepang (1947, amandemen 2012),
- Employment Security Act (1947),
- Labor Union Act (1949),
- Minimum Wages Act (1959),
- Industrial Safety and Health Act (1972),
- Act on Securing of Equal Opportunity and Treatment between Men and Women in Employment (1972),
- Labor Contract Act (2007)
Sistem Undang-undang Ketenagakerjaan Jepang
HAK PEKERJA & TUNJANGAN
Seorang pegawai berhak memperoleh hak dan tunjangan berikut dari perusahaan:
- Perawatan kesehatan
- Pensiun
- Kompensasi jika terjadi kecelakaan saat bekerja
- Employment benefit insurance (meliputi pelatihan dalam rangka peningkatan kapasitas SDM)
Selain hal di atas, pegawai perusahaan juga memiliki hak jaminan kesehatan (national health care) dan jaminan pensiun (national pension) yang didistribusikan melalui Kementerian Kesehatan dan Tenaga Kerja (MHLW) melalui Pemerintah Daerah.
Sumber : https://kemlu.go.id/tokyo/en/pages/sistem_tenaga_kerja/4342/etc-menu
執筆者 admin | 4 5月 2024 | 記事, Pekerjaan
Bagaimana Proses Pindah Kerja di Jepang Beserta Prosedurnya? Pindah kerja di Jepang mungkin bukanlah hal yang mudah, terutama bagi warga asing. Tetapi dengan perencanaan yang tepat, siapa pun dapat resign dan mencari pekerjaan baru dengan lancar di negara tersebut. Perpindahan pekerjaan ini dikenal dengan sebutan Tenshoku.
Setiap karyawan punya alasan sendiri mengapa perlu melakukan tenshoku ketika sudah memiliki pekerjaan tetap. Hal tersebut bisa dikarenakan pendapatan yang kurang sesuai, situasi kerja yang kurang mendukung, maupun menemukan posisi lain yang lebih potensial. Terkadang seseorang juga menginginkan pekerjaan baru yang lebih sesuai dengan impian, sehingga memutuskan untuk resign.
Kamu mungkin salah satu yang ingin atau perlu berganti pekerjaan di Jepang. Hal ini terutama informasi yang perlu kamu lakukan di kantor imigrasi terkait visa kerjamu.
Bagaimana Proses Pindah Kerja di Jepang Beserta Prosedurnya?
Bila kamu adalah pemegang visa “Insinyur, Spesialis Humaniora, atau Layanan Internasional” dan bermaksud untuk mengganti tempat kerja kamu, ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui sebelumnya.
Apakah visa saya akan dicabut?
Tidak. Visa kerja Jepang kamu berlaku sampai habis masa berlakunya, bahkan jika berganti tempat kerja.
Selama pekerjaan baru masih berada di bawah kriteria yang sama dengan visa yang ada, kamu dapat terus bekerja di Jepang. Perusahaan sebelumnya pun tidak dapat mencabut visa kamu.
Periksa apakah visa sudah kedaluwarsa atau tidak. Jika akan kadaluarsa dalam 6 bulan, kamu harus memperbarui dan lebih baik membahasnya dengan tempat kerja kamu yang baru.
Namun, jika kamu mengundurkan diri dan belum menemukan atasan baru, Kantor Imigrasi di Jepang memiliki kekuatan untuk memotong visa.
Hal ini jika berlaku jika kamu tidak menemukan pekerjaan baru dalam 3 bulan setelah meninggalkan pekerjaan sebelumnya.
Bagaimana Proses Pindah Kerja di Jepang Beserta Prosedurnya?
Apa prosedur yang diperlukan?
Ketika keluar dari pekerjaan atau memulai pekerjaan baru, kamu diharuskan untuk memberi tahu Imigrasi tentang perubahan itu dalam 14 hari.
Kamu perlu mengisi Formulir Penandatanganan Pemberitahuan Organisasi yang tertaut di bawah ini.
・Jika kamu akan memulai pekerjaan baru setelah berhenti dari pekerjaan sebelumnya, gunakan formulir ini:
http://www.moj.go.jp/content/000109987.pdf
・Jika kamu telah keluar dari pekerjaan sebelumnya tetapi belum menemukan pekerjaan baru, gunakan formulir ini:
http://www.moj.go.jp/content/000099566.pdf
・Jika kamu telah menemukan pekerjaan baru, gunakan formulir ini:
http://www.moj.go.jp/content/000099567
* Formulir hanya tersedia dalam bahasa Inggris dan Jepang.
Kamu dapat mengirim formulir ini melalui pos ke alamat berikut bersama dengan salinan kartu tempat tinggal kamu.
Bagaimana Proses Pindah Kerja di Jepang Beserta Prosedurnya?
Meja Penerimaan Pemberitahuan
Departemen Informasi Manajemen Residensi, Biro Imigrasi Regional Tokyo
5-5-30 Konan, Minato-ku, Tokyo 108-8255
Sebaiknya tulis “Formulir Pemberitahuan Tertutup” (届出書在中 dalam Bahasa Jepang) di bagian depan amplop dengan tinta merah untuk memberi tahu Imigrasi.
PRO-TIP: Dalam beberapa tahun terakhir, sistem online yang disebut E-Notification System telah disediakan oleh Kantor Imigrasi. Ini tersedia dalam berbagai bahasa seperti Jepang, Inggris, Cina, Korea, Spanyol, Portugis, dan Tagalog.
Namun, untuk dapat menggunakannya, kamu harus memiliki ID otentikasi yang dikeluarkan untuk diri sendiri (yang dapat diterapkan secara online juga).
Jika melewatkan pelaporan dalam 14 hari, kamu harus melakukannya sesegera mungkin. Ada kasus status izin jangka panjangnya tidak dikeluarkan karena tidak melakukan prosedur ini.
Apakah ada prosedur lain yang perlu dilakukan?
Tergantung pada negara asal, mungkin ada prosedur lain yang diperlukan ketika berganti pekerjaan di Jepang.
Hal ini tidak ditujukan ke Biro Imigrasi Jepang, melainkan lebih ke kedutaan negara kamu di Jepang atau lembaga otorisasi. Jadi kamu harus memeriksa terlebih dahulu dengan kedutaan.
Selain itu, jika kamu adalah karyawan full-time dari perusahaan sebelumnya dan prosedur yang diperlukan untuk pajak dan asuransi dilakukan oleh mereka, maka kamu yang harus melakukan prosedur pemindahan.
Jika tidak membayar mereka tepat waktu, itu mungkin mempengaruhi visa kamu saat ini dan juga jika di masa depan ingin mendapatkan status penduduk permanen.
Kamu selalu dapat berkonsultasi dengan tim HRD perusahaan kamu sebelumnya atau baru tentang masalah ini.
Bagaimana Proses Pindah Kerja di Jepang Beserta Prosedurnya?
Semoga bermanfaat 🙂
執筆者 admin | 3 5月 2024 | 記事, Pekerjaan
Tips Cara Perpanjang Visa Untuk Mencari Kerja di Jepang Setelah Lulus. Pada akhir 2019 lalu, Pemerintah Jepang telah merevisi strategi ‘inclusive society’ (masyarakat inklusif) mereka. Revisi ini mencakup penciptaan lingkungan yang memudahkan para mahasiswa internasional mendapatkan pekerjaan di Jepang dan perluasan kebijakan agar mereka bisa mengikuti tes-tes tambahan untuk mendapatkan berbagai jenis visa kerja baru.
Jepang adalah salah satu negara tujuan populer untuk pelajar Indonesia. Selain menyediakan pendidikan dengan standar tinggi, Jepang juga memiliki kekayaan budaya dan keindahan alam yang menarik untuk dijelajahi. Namun kini ada alasan terbaru untukmu untuk kuliah di Jepang: kemudahan mendapatkan visa kerja pasca-studi.
Pemerintah Jepang juga akan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan domestik untuk membuat kriteria mahasiswa yang diperbolehkan menetap di Jepang jika ada periode kosong antara kelulusan dan penerimaan kerja. Selain itu, mahasiswa internasional di Jepang juga akan dianjurkan mengikuti program magang untuk mendapatkan pengalaman kerja.
Tips Cara Perpanjang Visa Untuk Mencari Kerja di Jepang Setelah Lulus
Dosen Tokyo Institute of Technology, Yuriko Sato, menyatakan bahwa dukungan untuk mahasiswa internasional yang mencari kerja di Jepang ini tidak dimaksudkan untuk mengisi posisi yang lowong karena penurunan populasi, namun merupakan strategi Pemerintah Jepang untuk meningkatkan jumlah tenaga kerja terdidik di negara tersebut. Pada saat ini, sebagian besar perusahaan Jepang hanya merekrut mahasiswa internasional untuk alasan globalisasi dan menciptakan lingkungan kerja yang multikultural.
Secara umum, ketika Anda mengubah jenis visa di Jepang, prosedur umum biasanya memakan waktu sebulan hingga 3 bulan. Sebagian besar formulir pendaftaran hanya tersedia dalam bahasa Jepang atau Inggris.
Mohon perhatikan bahwa undang-undang, peraturan, dan regulasi dapat berubah tanpa pemberitahuan sebelumnya dan artikel ini hanya berfungsi sebagai panduan umum.
Ketika visa pelajar hampir kedaluwarsa dan kamu memutuskan untuk mencari pekerjaan di Jepang, ada kemungkinan kamu tidak bisa mendapatkan pekerjaan sampai dengan masa visa kamu habis.
Dalam artikel ini, akan dibagikan beberapa opsi agar dapat melanjutkan untuk mencari pekerjaan saat masih di Jepang.
Terdapat jenis visa yang bernama Visa Kegiatan Khusus (Designated Activities Visa). Jenis visa ini bisa digunakan untuk melakukan berbagai kegiatan yang mencakup magang, perawat dan pekerja perawatan bersertifikat (termasuk kandidat dan siswa) di bawah perjanjian bilateral antara Jepang dan negara asal mereka, serta mereka yang mencari pekerjaan atau shuushoku-katsudou.
Muncul banyak pertanyaan tentang cara melakukan prosedur imigrasi dari mengubah Visa Pelajar (Ryugakusei) menjadi Visa Kegiatan Khusus (Tokutei Katsudou) di Jepang.
Tips Cara Perpanjang Visa Untuk Mencari Kerja di Jepang Setelah Lulus
Apa yang harus dilakukan terlebih dahulu?
Anda perlu mendapatkan surat rekomendasi (suisenjo) dari sekolah atau universitas.
Apa yang terjadi dengan visa Anda saat ini?
Orang dengan visa pelajar bisa tetap tinggal di Jepang sampai dengan masa berlaku visanya habis meskipun dia sudah lulus dari instansi pendidikan. Namun, biasanya orang dengan visa ini terikat oleh “Izin untuk Terlibat dalam Kegiatan Selain yang Diizinkan dalam Status Tinggal Sebelumnya”.
Jadi, meskipun bisa tetap tinggal di Jepang sampai masa tinggal habis, mereka sebenarnya tidak diizinkan untuk bekerja sambilan setelah lulus dari instansi pendidikan. Untuk itu, sebelum lulus ada baiknya kamu mengambil Visa Kegiatan Khusus (Designated Activities Visa), agar bisa mencari kerja sambil melakukan kerja sambilan.
Kemudian, meskipun kamu bisa tinggal di Jepang sampai masa berlaku visa pelajar habis, ada baiknya kamu segera mengajukan permohonan visa baru karena mempertahankan visa pelajar tanpa kegiatan apa pun selama lebih dari tiga bulan dapat mengakibatkan pembatalan visa.
Apa persyaratan dasar untuk bisa mendaftarkan visa?
Seseorang harus menjadi lulusan universitas atau senmon-gakkou (lembaga teknis) di Jepang, serta telah memulai kegiatan pencarian kerja bahkan sebelum lulus. Namun, terdapat ketentuan-ketentuan berikut:
Harus menyelesaikan universitas dengan baik. Tidak termasuk mahasiswa short-term course, choko-sei (occasional student), kamokutorishu-sei (special register student), dan peneliti.
- Senmon-gakko (lembaga teknis)
Visa ini hanya akan turun bila jenis visa kerja (seperti Engineer / Specialist in Humanities / International Services) yang akan diambil nantinya sesuai dengan apa yang dipelajari di senmon-gakko.
Tips Cara Perpanjang Visa Untuk Mencari Kerja di Jepang Setelah Lulus
Apa dokumen yang diperlukan?
Dokumen yang dibutuhkan yaitu:
| Wajib/Pilihan | Jenis Dokumen | Dibuat oleh | Catatan |
| Wajib | Permohonan izin untuk perubahan status kependudukan (untuk pemohon) | Diri sendiri | 2 bagian (untuk pelamar, yaitu diri sendiri dan untuk organisasi, yaitu perusahaan) sebagai 1 set formulir aplikasi |
| Wajib | Foto (4 x 3 cm) | Diri sendiri | Siapkan foto yang diambil dalam waktu 3 bulan terakhir. Jika menggunakan foto yang sama dengan foto sebelumnya, kamu harus mengirim lagi. |
| Wajib | Paspor (asli) | Diri sendiri | Tunjukkan di Kantor Imigrasi |
| Wajib | Kartu tempat tinggal (asli dan yang terbaru) | Diri sendiri | Tunjukkan di Kantor Imigrasi |
| Wajib | Dokumen yang membuktikan kamu punya cukup uang untuk menghidupi diri sendiriContoh: Bukti pengiriman uang, salinan buku tabungan | Diri sendiri | |
| Wajib | Sertifikat kelulusan dari universitas terakhir | Diri sendiri | |
| Wajib | Surat rekomendasi dari universitas terakhir | Universitas | |
| Wajib | Dokumen untuk membuktikan kamu melakukan pencarian pekerjaan Contoh: Dokumen yang didistribusikan pada sesi informasi perusahaan, pemberitahuan hasil penyaringan pekerjaan | Diri sendiri | |
Itu semua adalah dokumen dasar, tergantung pada perusahaan tempat kamu akan bekerja atau status pemohon. Jumlah dokumen yang akan dikirim mungkin bertambah atau berkurang.
Masing-masing dokumen harus disiapkan sebanyak 1 set. Dokumen harus ditulis dalam bahasa Jepang. Jika tidak, kamu harus melampirkan terjemahan bahasa Jepang.
Untuk jenis visa kegiatan khusus ini, karena tidak ada perusahaan yang menjadi sponsor, maka harus dilakukan sendiri oleh mahasiswa yang ingin mencari kerja.
Bisakah saya kembali ke negara asal (atau luar negeri) selama prosedur penggantian visa?
Ya, selama kamu kembali ke Jepang dengan validitas visa pelajar yang dimiliki. Tetapi untuk berjaga-jaga jika pengembalian melebihi tanggal validitas visa kamu dan aplikasi visa baru sedang berlangsung, kamu perlu mengajukan permohonan perpanjangan visa di imigrasi.
Dalam hal ini, kamu harus kembali ke Jepang dalam waktu 2 bulan atau pada hari saat menerima hasilnya. Setelah aplikasi untuk perpanjangan visa,kamu akan mendapatkan cap di belakang sudut kanan bawah kartu tempat tinggal.
Tergantung pada prefektur atau wilayah, kamu mungkin menerima selembar kertas atau akan dilampirkan ke paspor. Jangan lupa membawa kertas itu sepanjang waktu.
Bagaimana peluang mendapatkan aplikasi visa saya disetujui?
Visa ini akan lebih mudah disetujui bila kamu memiliki kehadiran yang baik di sekolah, tidak bekerja sambilan melebihi waktu yang ditentukan, serta memiliki cukup sarana untuk menghidupi diri sendiri.
Tiga faktor ini adalah alasan paling umum mengapa seorang pemohon ditolaknya visa baru.
Berapa lama masa berlaku Visa Kegiatan Khusus?
Pada pendaftaran pertama, kamu akan diberikan izin tinggal selama enam bulan, dan dapat diperbarui sekali untuk tambahan enam bulan.
Tips Cara Perpanjang Visa Untuk Mencari Kerja di Jepang Setelah Lulus
Semoga bermanfaat 🙂
執筆者 admin | 2 5月 2024 | 記事, Pekerjaan, Seputar Jepang
Meishi : Tata Cara Etika Bertukar Kartu Nama di Jepang. Ritual pertukaran meishi , yang dalam bahasa Jepang berarti ‘kartu nama’, merupakan praktik yang jauh lebih bernilai di Jepang dibandingkan di Barat. Panduan ini akan membantu orang asing yang baru berbisnis di Jepang menghindari kesalahan yang merugikan. Etiket kartu nama adalah salah satu bidang budaya bisnis Jepang yang paling penting .
Ritual pertukaran kartu nama, seperti setiap upacara di Jepang, didasarkan pada penghormatan terhadap ketertiban dan pangkat, yang berarti ada urutan hierarki yang harus diikuti yang mengatur pertukaran kartu nama. Mengetahui urutan ini dapat mencegah terjadinya situasi yang memalukan dan memburuknya pengaturan bisnis yang berharga.
Meskipun satu orang mungkin menjadi pemimpin utama sebuah rapat, hal ini tidak berarti dia adalah pejabat tertinggi di ruangan tersebut. Saat bertemu dalam kelompok, mereka yang memiliki posisi lebih tinggi harus menjadi orang pertama yang menukarkan kartu nama mereka, lalu menurunkan peringkatnya ke posisi terendah.
Meishi : Tata Cara Etika Bertukar Kartu Nama di Jepang
Saat bekerja di Jepang, ada istilah meishi atau kartu nama. Bertukar kartu nama dengan benar adalah salah satu etika bisnis yang penting dalam dunia kerja di Jepang.
Meishi biasanya digunakan pada saat ingin memperkenalkan diri sebagai anggota dari sebuah perusahaan. Bertukar kartu nama biasanya menjadi pembuka dalam sebuah pertemuan dan merupakan waktu yang tepat untuk memberikan kesan yang baik.
Di Jepang, cara bertukar kartu nama sudah dipelajari pada tahun pertama mulai bekerja. Jadi sebaiknya kamu juga mengetahui tata cara bertukaran kartu nama yang tepat, karena kamu juga pasti akan berhadapan dengan keadaan tersebut.
Kali ini kita akan membahas tentang cara bertukar kartu nama:
Meishi : Tata Cara Etika Bertukar Kartu Nama di Jepang
Proses Penukaran Kartu Nama Jepang
Agar pertukaran kartu nama berhasil dan akan mendapat rasa hormat dari kolega baru Anda, ada proses yang harus diikuti dengan ketat tanpa penyimpangan. Mengikuti proses ini pasti akan meninggalkan kesan positif pada orang-orang sezaman Anda, yang mengarah pada usaha bisnis internasional yang bermanfaat di masa depan.
Meishi Koukan (Saling bertukar kartu nama)
Pertama-tama, siapkan card case (dompet khusus kartu nama). Kamu akan dianggap tidak sopan bila menukar meishi tanpa membawa card case.
Keluarkan kartu nama, letakkan di atas card case dan pegang dengan kedua tangan. Pastikan posisi kartu tidak terbalik bila dilihat dari posisi lawan bicara.
Setelah itu, perkenalkan diri dengan menyebutkan nama, nama divisi, dan nama perusahaan dengan suara yang jelas. Di Jepang, pertama kamu harus menyebutkan nama perusahaan terlebih dahulu, baru diikuti dengan nama divisi, dan nama kamu.
“[Perusahaan] no [Divisi] bu no, [Nama] to moushimasu”
Saat menyerahkan kartu nama, pastikan posisi tangan kamu berada di bawah si penerima. Setelah lawan bicara kamu memperkenalkan diri, serahkan kartu nama kamu dengan tangan kanan, dan terima kartu nama mereka dengan tangan kiri. Lalu, langsung letakkan kartu tersebut di atas card case. Pada saat menerima kartu nama, katakan,
“Choudai itashimasu, yoroshiku onegai itashimasu.”
Arti: “Saya terima kartu nama Anda, senang berkenalan dengan Anda.”
Meishi : Tata Cara Etika Bertukar Kartu Nama di Jepang
Siapa yang memulai duluan?
Selain cara bertukar kartu nama, sebaiknya kamu juga mengetahui siapa yang sebaiknya memulai duluan untuk bertukaran kartu nama. Saat bertukar kartu nama, mungkin kamu cenderung berinisiatif untuk memulai duluan. Namun, kamu tidak selalu harus begitu.
Siapa yang memulai duluan itu tergantung posisi kamu. Bila kamu sebagai tuan rumah atau lawan bicara yang berkepentingan denganmu, maka tidak perlu memulai duluan proses tukar kartu nama. Sebaliknya, jika kamu yang bertamu atau berkepentingan, kamu sebaiknya berinisiatif lebih dulu untuk bertukar kartu nama.
Selain itu, kamu juga sebaiknya memulai tukar kartu nama dari orang dengan jabatan tertinggi terlebih dahulu. Kebiasaan di Jepang adalah tidak sopan untuk membuat orang dengan jabatan tinggi menunggu, terutama dalam dunia bisnis.
Letakkan kartu nama di atas meja
Setelah bertukaran kartu nama, kamu harus meletakkannya di atas meja. Setelah pertemuan selesai, memasukkan kartu nama ke dalam card case.
Kadang kamu akan kehabisan atau tidak sengaja lupa untuk membawa kartu nama. Di saat seperti itu, kamu sebaiknya minta maaf sambil berkata,
“Chodo meishi wo kirashite orimashite, makoto ni moshiwake gozaimasen.”
Arti: “Mohon maaf karena saya sedang kehabisan kartu nama.”
Setelah itu, terima kartu nama dari lawan bicara dengan cara yang dijelaskan di atas.
Tidak susah, kan? Buat orang Jepang terkagum-kagum dengan kemampuanmu bertukar kartu nama sesuai tradisi mereka.
Meishi : Tata Cara Etika Bertukar Kartu Nama di Jepang
Hal yang JANGAN PERNAH Anda Lakukan Saat Bertukar Kartu Nama di Jepang
Dengan segala kehalusan yang harus dipatuhi seseorang, hanya ada sedikit ruang untuk kesalahan saat bertukar kartu nama di Jepang. Hindari kesalahan umum ini selama proses pertukaran, karena dapat merugikan pertemuan bisnis.
Jangan menulis di kartu nama yang baru Anda terima. Informasi apa pun yang ingin disampaikan oleh presenter harus sudah tercetak di kartu. Menambahkan catatan atau mencoret-coret bagian belakang kartu nama dianggap sangat tidak sopan.
Selain itu, jangan masukkan kartu nama yang baru Anda terima ke dalam dompet atau saku Anda. Seperti disebutkan sebelumnya, penggunaan kotak kartu adalah etika yang baik, sedangkan memasukkan kartu ke dalam dompet atau saku memberikan kesan tidak hormat atau bahwa kartu orang lain tidak penting bagi Anda.
Meishi : Tata Cara Etika Bertukar Kartu Nama di Jepang
Semoga bermanfaat 🙂